Wali Kota Wesly Silalahi Hidupkan Warisan Budaya Simalungun Lewat ‘Podah Sang Naualuh Damanik

By Parlindungan - Saturday, 29 November 2025
Wali Kota Wesly Silalahi  saat menghadiri acara Harungguan Bolon, Patampei Sihilap, dan Marsombuh Sihol keluarga besar Tuppuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar–Simalungun
Wali Kota Wesly Silalahi saat menghadiri acara Harungguan Bolon, Patampei Sihilap, dan Marsombuh Sihol keluarga besar Tuppuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar–Simalungun

Pematangsiantar - Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn menekankan pentingnya nilai-nilai leluhur dari Podah Sang Naualuh Damanik dalam membentuk karakter dan moral masyarakat modern. Nilai luhur ini yaitu pengasih, pelayan, jujur, berani, bertanggung jawab, teguh pendirian, saling menghormati, dan membangun disampaikan sebagai panduan hidup yang relevan bagi warga di masa kini.

Pernyataan itu disampaikan Wesly saat menghadiri acara Harungguan Bolon, Patampei Sihilap, dan Marsombuh Sihol keluarga besar Tuppuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar–Simalungun, di Lapangan Adam Malik, Sabtu (29/11/2025). 

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH, Dandenpom I/1 Pematangsiantar Letkol CPM Haru Prabowo, DanBrigif TP 36/Harajaon Marpitu, mewakili Kapolres Pematangsiantar, dan organisasi masyarakat Simalungun.

Kehadiran sang wali kota bersama tokoh penting lainnya menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.

Wesly menjelaskan bahwa Podah Sang Naualuh Damanik bukan sekadar filosofi adat, melainkan modal sosial untuk membangun Pematangsiantar yang lebih rukun, harmonis, dan penuh rasa saling menghormati.

Mengutip Diskominfo Pematangsiantar, dalam sambutannya, Wali Kota mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi dalam kehidupan bersama, agar tercipta masyarakat yang tangguh, beradab, dan penuh persatuan.

Baginya, kegiatan adat seperti Harungguan Bolon dan Marsombuh Sihol bukan semata ajang pertemuan keluarga besar, melainkan upaya menjaga identitas budaya, mempererat ikatan sesama keturunan marga, dan menguatkan solidaritas lintas generasi.

Ia pun mengapresiasi komitmen keluarga besar Damanik Boru Panogolan dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Pemerintah Kota (Pemko) dipastikan mendukung penuh kegiatan-kegiatan adat dan budaya seperti ini. Menurut Wesly, budaya yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, bersatu, dan penuh kebersamaan. 

Dengan demikian, diharapkan rasa persaudaraan dan solidaritas antarketurunan serta seluruh warga Simalungun semakin kokoh, mendukung terwujudnya Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.