Hasil Uji Lab Terungkap! Makanan MBG di Sidikalang Terkontaminasi Bakteri, 280 Siswa Sempat Dirawat

By Parlindungan - Tuesday, 24 February 2026
Hasil uji mikrobiologi menunjukkan adanya beberapa jenis bakteri dan jamur pada menu yang disajikan.
Hasil uji mikrobiologi menunjukkan adanya beberapa jenis bakteri dan jamur pada menu yang disajikan.

DAIRI – Pemerintah Kabupaten Dairi akhirnya mengumumkan hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di SMK HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil tersebut disampaikan dalam rapat resmi yang dipimpin Bupati Dairi, Vickner Sinaga, didampingi Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala, Senin (23/2/2026) di Ruang Rapat Bupati.

Rapat turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Charles Bantjin, Asisten Pemerintahan Agel Siregar, para kepala OPD terkait, serta Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution.

Uji Lab Temukan Kontaminasi Bakteri

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah Sumatera Utara pada 13–18 Februari 2026, ditemukan indikasi kontaminasi bakteri pada sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Henry Manik, menjelaskan bahwa hasil uji mikrobiologi menunjukkan adanya beberapa jenis bakteri dan jamur pada menu yang disajikan.

Di SMK HKBP Sidikalang ditemukan:

1.Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus pada nasi putih

2.Kapang/khamir pada gulai ayam

    Sementara di SMK Arina Sidikalang ditemukan:

    1.Kapang/khamir pada nasi putih

    2.Total coliform pada sayur tumis tauge

    3.Total coliform pada tempe goreng tepung

      Sampel makanan tersebut diambil dari bank sampel milik SPPG terkait segera setelah insiden terjadi.

      Diduga Akibat Waktu Konsumsi Terlalu Lama

      Menurut dr. Henry Manik, gejala yang dialami siswa seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare mengarah pada dugaan keracunan makanan akibat pertumbuhan bakteri.

      Faktor utama yang diduga menjadi pemicu adalah rentang waktu terlalu lama antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi. Kondisi ini diperparah oleh suhu penyimpanan dan sistem distribusi yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

      Meski demikian, Pemkab Dairi memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini dalam kondisi stabil.

      280 Siswa Dirawat, Biaya Ditanggung BGN

      Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa keselamatan siswa merupakan prioritas utama, meski Program MBG merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).

      “Program ini penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Namun kesehatan peserta didik tidak bisa ditawar. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dari proses pengadaan, pengolahan hingga distribusi makanan,” tegasnya.

      Sebanyak 280 siswa sempat mendapatkan perawatan di RSUD Sidikalang, RS Serenapita, serta sejumlah puskesmas dan klinik. Seluruh biaya pengobatan dipastikan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui DIPA BGN.

      Saat ini para siswa telah kembali bersekolah.

      Operasional SPPG Sidikalang III Dihentikan

      Menurut Diskominfo Dairi, Korwil BGN Dairi, Pahlawan Nasution, menyampaikan bahwa operasional SPPG Sidikalang III dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

      BGN juga akan melakukan audit dan evaluasi total terhadap penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan kepatuhan terhadap Standar Keamanan Pangan Nasional.

      Pemkab Dairi pun meminta pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

      Kasus dugaan keracunan makanan MBG di Sidikalang ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan program makan bergizi di sekolah.