Jalan Kabupaten Amblas, Pengangkutan Ribuan Ton Jagung Warga Tigalingga Terhambat

By Sehat Siahaan - Thursday, 18 December 2025
Kondisi badan jalan kabupaten yang amblas dan nyaris putus di tikungan huruf S perbatasan Desa Lau Pakpak dan Desa Lau Molgap, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, menghambat pengangkutan hasil panen jagung warga.
Kondisi badan jalan kabupaten yang amblas dan nyaris putus di tikungan huruf S perbatasan Desa Lau Pakpak dan Desa Lau Molgap, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, menghambat pengangkutan hasil panen jagung warga.

Dairi-Pengangkutan ribuan ton jagung hasil panen warga di Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, terkendala akibat badan jalan kabupaten yang amblas dan nyaris putus total.

Kondisi ini dikeluhkan warga karena berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian mereka.

Kerusakan jalan terjadi di tikungan berbentuk huruf S, tepatnya di perbatasan Desa Lau Pakpak dan Desa Lau Molgap. 

Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung Desa Sukandebi menuju ibu kota Kecamatan Tigalingga.

Salah seorang warga, Malau, mengatakan badan jalan yang amblas membuat kendaraan bertonase besar, seperti truk roda enam, tidak dapat melintas. Akibatnya, proses pengangkutan jagung hasil panen warga menjadi terhambat.

“Truk pengangkut jagung tidak bisa naik. Jalan ini sudah sangat berbahaya dan nyaris putus,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Dairi segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. 

Menurut mereka, kelancaran akses transportasi sangat dibutuhkan, terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), saat aktivitas dan kebutuhan masyarakat meningkat.

“Ini sudah menjelang Nataru. Kami berharap Bupati Dairi segera memperbaiki jalan ini agar aktivitas warga kembali normal,” ucap Malau menambahkan.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Lumbanbatu. Ia menyebutkan, saat ini wilayah Tigalingga tengah memasuki masa panen jagung. 

Namun, hasil panen belum dapat dijual karena truk para pengepul tidak mampu melintasi jalan yang rusak.

“Sekali panen bisa ribuan ton jagung. Dalam setahun, panen dilakukan dua kali. Kalau jalan ini tidak segera diperbaiki, perekonomian warga bisa semakin terganggu,” tuturnya.

Warga menilai perbaikan jalan tersebut sangat mendesak demi menjaga kelancaran distribusi hasil pertanian dan menopang perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Dairi.[]