Jakarta – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar Ibadah Natal Oikumene sebagai bagian dari penguatan pemulihan pascabencana di Tapanuli Utara.
Ibadah Natal yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” ini berlangsung di Aula Kartini, Gedung KemenPPPA, Jakarta, dan diikuti secara daring dari depan Gereja GKPI Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon, S.H., M.Han, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Taput bersama perwakilan Kemenkopolkam Kombes Pol. Ferio Sano Ginting menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana.
Bantuan tersebut berupa 400 potong pakaian anak, 150 Alkitab, 400 paket roti, serta bantuan dana sebesar Rp100 juta dari Kemenkopolkam dan KemenPPPA.
Selain itu, bantuan dana juga disalurkan kepada lima gereja terdampak bencana, masing-masing sebesar Rp20 juta, untuk mendukung perbaikan rumah ibadah.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, dalam sambutan daringnya, menyampaikan bahwa tema Natal yang diusung selaras dengan komitmen pemerintah dalam membangun keluarga yang aman, kuat, dan ramah bagi perempuan serta anak.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyampaikan empati dan dukungan penuh kepada masyarakat Tapanuli Utara serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas dalam masa pemulihan pascabencana.
Dalam dialog daring bersama pemerintah pusat, Bupati Taput menjelaskan bahwa Pemkab telah membangun 16 unit hunian sementara (huntara) dan akan menambahnya hingga 40 unit, termasuk pembangunan akses jalan menuju lokasi terdampak. Seluruhnya ditargetkan rampung dan siap ditempati pada akhir Januari 2026.
Bupati juga menegaskan bahwa seluruh rumah warga terdampak bencana akan menerima bantuan sesuai tingkat kerusakan, yakni Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat, yang disalurkan dalam bentuk material bangunan.
Pemkab Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenkopolkam dan KemenPPPA atas perhatian serta dukungan nyata bagi masyarakat terdampak bencana, sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi dan melayani rakyat.(Loksa Situmeang)




