Amerika Serikat - Pasukan elit Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Venezuela Nicolas Maduro.
Penangkapan Nicolas diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
AS mengerahkan pasukan elite Delta Force untuk menyerang Venezuela dan menangkap Maduro.
Mengutip CBS News Minggu 4 Januari 2025, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) pagi oleh anggota Delta Force.
Delta Force merupakan pasukan elit untuk unit misi khusus militer AS.
Sumber CIA di dalam pemerintahan Venezuela disebut telah membuat AS dapat melacak lokasi Maduro menjelang penangkapan.
Penangkapan Nicolas Maduro merupakan bagian dari operasi dan jaringan intelijen AS yang luas.
Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan Operasi Absolute Resolve dilakukan dengan perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan.
Dia mengatakan pasukan AS menunggu cuaca yang tepat untuk menangkap Nicolas Maduro.
Lebih dari 150 pesawat digunakan untuk membawa tim itu ke ibu kota Venezuela, Caracas.
Tim tersebut tiba dan memasuki kompleks Maduro, yang disebut Trump lebih mirip dengan benteng, pada pukul 02.01 waktu setempat.
Saat itu, listrik di Caracas telah dimatikan oleh AS. Maduro disebut mencoba masuk ke tempat aman yang diperkuat baja.
Maduro telah mencapai ke pintu tempat aman itu, namun pintunya tak dapat ditutup.
Trump mengatakan tidak ada pasukan AS yang tewas dan hanya ada sedikit korban luka dalam operasi tersebut.
Udai ditangkap, Maduro dan istrinya kemudian dibawa ke kapal lalu ke pesawat, yang kemudian mendarat di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di negara bagian New York.
CBS melaporkan mereka diperkirakan akan dibawa ke Pusat Penahanan Metropolitan, fasilitas federal di Brooklyn.
Unit elit Angkatan Darat Delta Force AS itu telah dikerahkan dalam misi tahun 2019 yang menewaskan mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. []




