Ashabul: Pemenuhan Gizi Dorong Pembangunan Bangsa dalam Mencetak SDM Unggul

By Muhammad Anto - Monday, 02 March 2026
Sosialisasi MBG di Kota Makassar. (Foto: Dok. MBG)
Sosialisasi MBG di Kota Makassar. (Foto: Dok. MBG)

Makassar - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kegiatan sosialisasi ini diinisisasi oleh Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan edukasi gizi ke masyarakat.

Pemerintah kembali menggelar sosialisasi program MBG di Cafe Vaan In Sky, Bajiminasa 1, Tamarunang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, yang dilaksanakan pada Jumat, (27/2).

Sosialisasi bersama mitra kerja ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, yang menegaskan pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Dalam pemaparannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.

“Perlu kita sadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur seperti jalan dan gedung, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang kita miliki. Dan kualitas tersebut sangat ditentukan oleh satu hal mendasar, yaitu pemenuhan gizi sejak dini. Program MBG atau Program Makan Bergizi Gratis hadir bukan sekadar sebagai program bantuan makanan, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh,” papar Ashabul Kahfi.

Ia menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan prestasi belajar anak, tetapi juga memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah.

Bahan pangan yang digunakan dalam pelaksanaannya melibatkan petani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM lokal, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Lebih lanjut, Ashabul Kahfi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program ini.

“Program Makan Bergizi Gratis juga harus terintegrasi dengan layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas, sehingga dapat menjadi pintu masuk dalam mendeteksi secara dini berbagai permasalahan gizi maupun kesehatan anak,” imbuhnya.

Menurutnya, integrasi dengan layanan kesehatan sangat penting agar intervensi yang diberikan tidak hanya sebatas pemenuhan asupan makanan, tetapi juga disertai pemantauan tumbuh kembang, pemeriksaan kesehatan berkala, serta edukasi kepada orang tua.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, serta dukungan aktif masyarakat dan keluarga, Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat yang komprehensif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa.

Menutup kegiatan sosialisasi, Ashabul Kahfi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal program ini.

“Mari kita jadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah nyata dalam membangun generasi yang sehat, berdaya saing, dan berkarakter demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tujuan dan manfaat Program MBG serta turut berperan aktif dalam memastikan pelaksanaannya berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.