Tanah Karo – Polres Tanah Karo menyelenggarakan press release terkait pengungkapan kasus menonjol sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, pada Jumat (23/1) pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si, bersama jajaran PJU dan Kapolsek, untuk memaparkan capaian kinerja dan evaluasi penanganan kriminalitas di wilayah hukum Polres Tanah Karo.
Dalam paparan tersebut, Kapolres menekankan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebagai tindak pidana yang paling sering terjadi. Ia menilai curanmor masih menjadi tantangan besar karena tingginya jumlah laporan serta adanya kasus yang belum terselesaikan.
“Kasus curanmor merupakan yang paling banyak terjadi. Ini menjadi perhatian serius kami, baik dari sisi pengungkapan maupun pencegahan. Kami berupaya maksimal menuntaskan tunggakan kasus yang ada,” ujar AKBP Pebriandi Haloho.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengalami pencurian. Kendala yang sering ditemui adalah korban baru melapor beberapa hari setelah kejadian, sehingga mengurangi peluang pengungkapan cepat.
“Jika laporan segera disampaikan, kami bisa melakukan upaya khusus sehingga peluang pengungkapan lebih tinggi. Bukan berarti laporan terlambat tidak bisa diungkap, tapi keberhasilan lebih besar jika laporan dilakukan cepat,” tuturnya.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya meningkatkan keamanan kendaraan bermotor. Masyarakat diminta memasang kunci ganda, memperhatikan situasi saat parkir, dan lebih waspada di lokasi ramai.
“Sebagian besar curanmor terjadi di tempat keramaian. Berastagi, Simpang Empat, dan Tigapanah menjadi daerah dengan angka tertinggi. Kami akan meningkatkan imbauan di pusat keramaian agar masyarakat lebih waspada. Pencegahan lebih baik daripada menyesal,” ucap Kapolres.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Tanah Karo untuk meningkatkan keamanan wilayah, menekan tindak kriminal, dan mengedukasi masyarakat agar lebih proaktif dalam menjaga keselamatan harta benda.




