Medan — Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, menghadiri High Level Meeting (HLM) yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (6/2/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Pertemuan tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan dihadiri unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, perwakilan kementerian terkait, pimpinan instansi vertikal, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, serta perangkat daerah terkait.
High Level Meeting TPID Sumatera Utara mengusung tema “Akselerasi Ketahanan Pangan untuk Mendukung Program Strategis Nasional”, dengan fokus utama pada langkah antisipatif pengendalian inflasi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Dr. Rudy B. Hutabarat, menyampaikan bahwa tekanan inflasi berpotensi meningkat seiring naiknya permintaan bahan kebutuhan pokok. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi TPID melalui peningkatan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilisasi harga. Ia juga menegaskan bahwa Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah Sumatera Utara Tahun 2025–2027 menjadi pedoman bersama untuk pengendalian inflasi yang terarah dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara dalam sambutannya menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjelang Idulfitri menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif untuk mencegah kepanikan masyarakat, penguatan peran TPID di daerah, serta optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung rantai pasok komoditas pangan strategis.
Gubernur juga mendorong kerja sama antar daerah surplus dan defisit pangan guna menekan disparitas harga, serta meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga dan memastikan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok.
“Menjelang Idulfitri, permintaan kebutuhan pokok cenderung meningkat. Karena itu, dibutuhkan komitmen dan langkah antisipatif yang terukur dan terkoordinasi agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” ujar Gubernur.
Dalam forum tersebut turut dibahas perkembangan terkini inflasi Sumatera Utara, dinamika harga komoditas strategis, ketersediaan pasokan pangan, serta strategi pengendalian inflasi melalui penguatan TPID, optimalisasi operasi pasar, dan pemantauan distribusi bahan pokok secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyatakan komitmen penuh mendukung kebijakan dan arahan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Melalui TPID Kabupaten Humbang Hasundutan, pemantauan harga pangan secara rutin dilakukan di pasar tradisional, toko, dan pusat distribusi, sekaligus memastikan ketersediaan stok serta kelancaran pasokan melalui koordinasi dengan daerah penghasil maupun daerah lain.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan distribusi pangan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.
Pertemuan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Peta Jalan (Roadmap) Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025–2027.
Turut mendampingi Bupati Humbang Hasundutan dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Nurliza Pasaribu, Kepala Dinas Kominfo Adrianus Mahulae, Kabag Perekonomian dan SDA Mariani Sinaga, serta sejumlah OPD terkait lainnya.




