Belu, NTT – Komitmen menjaga kesehatan warga perbatasan kembali ditunjukkan personel Pos Salore Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad. Prajurit TNI sigap memberikan pertolongan medis kepada seorang anak yang mengalami luka sobek akibat benda tajam di Pos Salore, Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan Satgas dalam membantu masyarakat di wilayah perbatasan RI–RDTL, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan.
Anak 11 Tahun Alami Luka Sobek, Prajurit TNI Bergerak Cepat
Pelayanan kesehatan diberikan kepada Milton Dos Santos (11), yang datang ke Pos Salore dengan kondisi tangan terluka akibat terkena benda tajam. Tanpa menunggu lama, tim kesehatan Pos Salore langsung melakukan penanganan.
Dipimpin oleh Praka Marsel, petugas medis melakukan:
1.Pemeriksaan kondisi luka
2.Pembersihan dan sterilisasi
3.Pemberian obat
4.Penanganan lanjutan untuk mencegah infeksi
Respons cepat tersebut bertujuan mempercepat proses penyembuhan sekaligus memastikan kondisi anak tetap stabil.
Satgas Pamtas: Tidak Hanya Jaga Perbatasan, Tapi Juga Jaga Kesehatan Warga
Komandan Pos Salore, Lettu Arm Arif Adiyanto, menegaskan bahwa kehadiran Satgas bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat perbatasan, termasuk memberikan pelayanan kesehatan. Semoga keberadaan kami membawa manfaat serta rasa aman dan nyaman bagi warga,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa TNI di wilayah perbatasan menjalankan peran ganda: sebagai penjaga kedaulatan negara sekaligus pelindung masyarakat.
Wujud Nyata Kepedulian TNI di Perbatasan RI–RDTL
Aksi kemanusiaan ini memperkuat hubungan emosional antara prajurit Satgas Pamtas dengan warga Desa Tulakadi. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan yang nyata.
Respons cepat prajurit Pos Salore menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir sebagai pengayom dan pelindung rakyat, khususnya di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Penkostrad, kegiatan sosial seperti ini diharapkan terus mempererat sinergi antara aparat negara dan masyarakat, sekaligus meningkatkan rasa percaya dan kebersamaan di kawasan perbatasan.




