MAKASSAR – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat dan sigap dalam menangani korban kecelakaan kapal nelayan Rismawati Indah yang terbakar saat proses pembongkaran hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Selasa (3/2/2026).
Akibat insiden tersebut, sebanyak sembilan orang mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Seluruh korban segera dievakuasi ke RSAL Jala Ammari Kodaeral VI untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI, Letkol Laut (K) dr. Suhadi, menjelaskan bahwa setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD), yaitu penentuan prioritas tindakan medis berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
“Korban yang mengalami luka-luka langsung kami obati. Untuk luka bakar, kami menggunakan fasilitas Hyperbaric Chamber, sedangkan korban patah tulang akan ditangani dengan operasi sesuai indikasi medis,” tutur Karumkital RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.
Sementara itu, Komandan Kodaeral VI Laksda TNI Andi Abdul Aziz, yang diwakili Wadan Kodaeral VI Laksma TNI Arya Delano, menegaskan di hadapan awak media bahwa para korban telah mendapatkan penanganan medis secara cepat, tepat, dan intensif oleh tim kesehatan TNI AL.
TNI AL menegaskan komitmennya selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat, sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Kehadiran TNI AL juga menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan nelayan, sebagai garda terdepan penggerak ekonomi maritim Indonesia, sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (sumber; Dispen AL)




