JAKARTA – Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Kadisbintalal), Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, menegaskan pentingnya mitigasi radikalisme dan internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi muda dan prajurit TNI AL.
Hal ini disampaikan dalam acara Mitigasi Radikalisme dan Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila TNI AL Tahun 2026, yang digelar di Lapangan SMK Dental Asisten Sekesal Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Dalam sambutannya, Kadisbintalal menyampaikan bahwa radikalisme tidak selalu tampak keras atau penuh kekerasan, tetapi sering muncul secara halus melalui pola pikir sempit, sikap merasa paling benar, menutup diri dari perbedaan, bahkan melalui informasi yang dikonsumsi setiap hari. Ia menekankan, “Pencegahan yang paling kuat bukan hanya tentang aturan, tetapi berasal dari kesadaran, keteladanan, dan tanggung jawab kita bersama.”
Mengutip Dispen AL, kegiatan yang bertema “Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan Generasi Muda Guna Menangkal Radikalisme dan Intoleransi” ini diikuti 250 peserta, terdiri dari 25 personel Ladokgi R.E. Martadinata, 25 personel Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Mintohardjo, serta 200 siswa-siswi SMK Dental Asisten Sekesal Jakarta Pusat. Para peserta mendapatkan materi pembekalan mengenai mitigasi radikalisme dan internalisasi nilai-nilai Pancasila dari Kolonel Laut (KH) Khasan Syukur.
Kadisbintalal menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun prajurit dan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap bangsa dan negara. Program ini selaras dengan prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) profesional dan bermoral di lingkungan TNI AL.




