Semarang – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai dan dilaksanakan secara serentak di empat wilayah jajaran Kodam IV/Diponegoro, Rabu (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi konkret antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan berbasis desa.
Empat wilayah yang menjadi sasaran TMMD Reguler ke-127 yakni Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo; Kodim 0709/Kebumen di Desa Somagede, Kecamatan Sempor; Kodim 0715/Kendal di Desa Gedong, Kecamatan Patean; serta Kodim 0728/Wonogiri di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno. TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”
Pembukaan TMMD di masing-masing daerah dipimpin langsung oleh bupati setempat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan serta penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) Program TMMD dari bupati kepada Dandim selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD, sebagai tanda resmi dimulainya program lintas sektoral tersebut.
Dalam pelaksanaannya, TMMD Reguler ke-127 mencakup sasaran fisik dan nonfisik yang disesuaikan dengan kebutuhan prioritas masyarakat di masing-masing wilayah. Sasaran fisik meliputi pembangunan rabat beton sand sheet, plat deker, talud, bronjong jalan, perbaikan gorong-gorong, rehabilitasi tempat ibadah, rehabilitasi pos keamanan lingkungan (poskamling), hingga pembangunan jembatan.
Sementara sasaran nonfisik diarahkan pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, antara lain melalui pembagian paket sembako, pelayanan kesehatan gratis, khitanan massal, berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi, serta program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tak hanya itu, TMMD Reguler ke-127 juga mengintegrasikan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), seperti pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), program TNI AD Manunggal Air, pembangunan MCK, penanaman pohon, penanganan stunting, pembuatan sumur bor, pipanisasi, hingga jambanisasi. Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat desa.




