Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui pengangkatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, memimpin langsung pengangkatan sumpah, pelantikan, serta serah terima jabatan sejumlah pejabat strategis di lingkungan Kemhan, Senin, 22 Desember 2025, di Jakarta.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kemhan dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan kesinambungan kebijakan pertahanan negara yang adaptif terhadap dinamika tantangan global dan regional.
Dalam prosesi tersebut, Sekjen Kemhan secara resmi melantik Laksamana Muda TNI Dr. Arif Harnanto sebagai Kepala Badan Teknologi Pertahanan (Kabatekhan) Kementerian Pertahanan. Selain itu, Mayor Jenderal TNI Immer Hotma Partogi Butarbutar dilantik sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Pertahanan. Sementara itu, Marsekal Muda TNI Yusran Lubis dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).
Rangkaian pengangkatan sumpah dan serah terima jabatan berlangsung dengan khidmat serta tertib. Prosesi tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol sahnya alih tugas dan tanggung jawab dari pejabat lama kepada pejabat baru. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan tata kelola pemerintahan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemhan menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Kementerian Pertahanan merupakan hal yang wajar dan strategis dalam pembinaan sumber daya manusia. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk penyegaran organisasi, tetapi juga untuk memastikan setiap jabatan diisi oleh figur yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pengabdian kepada bangsa dan negara.
Penguatan peran Badan Teknologi Pertahanan, staf ahli Menteri Pertahanan, serta pimpinan di Universitas Pertahanan RI dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung kebijakan pertahanan nasional. Mulai dari pengembangan teknologi pertahanan, perumusan strategi dan kebijakan, hingga peningkatan kualitas pendidikan sumber daya manusia pertahanan, seluruhnya menjadi bagian dari satu kesatuan sistem pertahanan negara yang tangguh.
Melalui pelantikan ini, Kementerian Pertahanan menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan sumber daya manusia yang unggul diyakini menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, modern, dan mampu menjawab tantangan masa depan.




