OKSIBIL – Personel TNI di Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat perbatasan.
Melalui kegiatan makan bersama gratis, para prajurit berbagi kebahagiaan dengan anak-anak sekolah dasar (SD) sepulang sekolah di Rumah Makan Swasembada, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan humanis ini menjadi bagian dari program pembinaan teritorial yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat melalui Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti. Bagi anak-anak di wilayah pedalaman, satu porsi makanan hangat bukan sekadar santapan, tetapi juga sumber semangat dan harapan.
Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas, momen makan bersama ini menjadi penyemangat bagi para siswa untuk tetap rajin bersekolah dan berani bermimpi. Suasana hangat dan penuh canda tawa tampak menghiasi kebersamaan antara prajurit dan anak-anak.
Tak hanya makan gratis, kegiatan tersebut juga diisi dengan permainan tradisional serta penyampaian materi wawasan kebangsaan secara ringan. Anak-anak diajak mengenal nilai-nilai Pancasila, pentingnya cinta tanah air, dan arti kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pendekatan ini dilakukan agar dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat materi, tetapi juga menyentuh aspek moral dan pendidikan. Melalui program Koops Swasembada dan Satgas Yonif 751/VJS, TNI berupaya memastikan anak-anak perbatasan mendapatkan perhatian, motivasi, serta asupan gizi yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Komandan Satgas Yonif 751/VJS Letkol Inf Erwan Harliantoro, S.H.,M.Han. , menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran TNI yang tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga hadir sebagai sahabat rakyat.
“Kami ingin anak-anak di Tanah Papua merasakan bahwa TNI ada untuk mereka. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi dan memberi semangat kepada generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, TNI terus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat sekaligus menanamkan optimisme bagi anak-anak di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini.




