Simalungun — Komitmen membangun infrastruktur desa terus diwujudkan personel Yon TP 901/Suhul Gading yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0207/Simalungun. Pada Minggu (1/3/2026), prajurit dari Brigif 36/Harajaon Marpitu kembali melanjutkan pengerjaan drainase di Nagori Limag, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.
Kegiatan ini merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Cegah Genangan dan Lindungi Badan Jalan
Pembangunan drainase menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan genangan air saat musim hujan. Saluran air yang tertata dengan baik berperan penting dalam menjaga ketahanan badan jalan agar tidak cepat rusak akibat tergerus aliran air.
Dengan sistem drainase yang optimal, risiko banjir lokal dan kerusakan infrastruktur dapat diminimalisir, sehingga akses transportasi warga tetap lancar sepanjang tahun.
TNI dan Warga Kompak Bergotong Royong
Sejak pagi hari, personel TNI bersama masyarakat setempat tampak bekerja secara terpadu. Mereka menggali jalur saluran, merapikan dasar drainase, hingga menyusun material agar konstruksi terbentuk rapi dan berfungsi maksimal.
Kebersamaan yang terjalin di lokasi pekerjaan mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ruh pelaksanaan TMMD. Kolaborasi antara prajurit dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.
Dukung Lingkungan Bersih dan Aktivitas Warga
Mengutip Pendim 0207/ Simalungun, nantinya setelah rampung pembangunan drainase ini, diharapkan lingkungan Nagori Limag menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman. Selain memperpanjang usia jalan, saluran air yang baik juga mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi, pertanian, hingga kegiatan ekonomi sehari-hari.
Program TMMD Ke-127 kembali membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan dan meningkatkan kualitas hidup warga desa secara berkelanjutan.




