Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad Tanam Tomat Bersama Warga Malaka, Perkuat Ketahanan Pangan Perbatasan

By Parlindungan - Wednesday, 04 March 2026
Personel Pos Haslot Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menggelar kegiatan penanaman tomat bersama masyarakat di Dusun Metamauk
Personel Pos Haslot Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menggelar kegiatan penanaman tomat bersama masyarakat di Dusun Metamauk

MALAKA – Dalam upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung ketahanan pangan, personel Pos Haslot Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menggelar kegiatan penanaman tomat bersama masyarakat di Dusun Metamauk, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/03/2026).

Kegiatan ini berlangsung penuh semangat, di mana prajurit dan warga bahu-membahu mengolah lahan, menanam bibit tomat, serta saling berbagi pengetahuan sederhana mengenai perawatan tanaman agar hasil panen maksimal. Suasana kekeluargaan yang tercipta menegaskan sinergi positif antara TNI dan masyarakat perbatasan.

Edukasi Pertanian dan Dukungan Ekonomi Warga

Danpos Haslot, Pelda Anang Yuliawan, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar menanam, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga perbatasan, tetapi juga berupaya meningkatkan perekonomian warga melalui sektor pertanian. Harapannya, hasil panen tomat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menambah penghasilan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi praktis kepada warga terkait pemeliharaan tanaman, penyiraman, pemupukan, dan cara merawat tomat agar panen lebih optimal.

Perkuat Ketahanan Sosial dan Ekonomi Perbatasan

Melalui aksi nyata ini, Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat langsung, dan mendukung ketahanan wilayah dari aspek sosial serta ekonomi.

Kebersamaan antara TNI dan masyarakat diharapkan semakin memperkokoh persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan perbatasan RI–RDTL.

Menurut Penkostrad, dengan kolaborasi ini, diharapkan wilayah perbatasan tidak hanya aman secara keamanan, tetapi juga mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal.