JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Rapat Koordinasi Personel (Rakorpers) Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembinaan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Asisten Personel (Aspers) Kasal, Bambang Irwanto.
Mengusung tema “Tata Kelola SDM TNI Angkatan Laut yang Adaptif dan Responsif dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Maju dan Berdaulat”, Rakorpers 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesamaan persepsi, sinkronisasi, harmonisasi, serta sinergitas dalam pembinaan personel di lingkungan TNI AL.
Aspers Kasal menegaskan bahwa pembinaan SDM harus dilakukan secara terpadu melalui langkah-langkah inovatif, visioner, adaptif, dan sinergis sesuai ketentuan serta regulasi yang berlaku.
“Kita berkomitmen untuk menghasilkan SDM yang unggul. Diperlukan solusi inovatif dalam meningkatkan kompetensi personel, baik melalui optimalisasi teknologi, metode pembelajaran mandiri, maupun pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih efektif,” katanya dengan tegas.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam memastikan TNI AL mampu menjawab tantangan tugas ke depan, termasuk perkembangan teknologi pertahanan dan dinamika lingkungan strategis global.
Pelaksanaan Rakorpers ini juga merupakan implementasi Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menempatkan SDM prajurit sebagai prioritas utama dalam pembangunan kekuatan TNI AL.
Mengutip Dispen AL, Kasal menegaskan bahwa roda organisasi hanya akan bergerak optimal apabila ditopang oleh SDM yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas prajurit menjadi fondasi penting dalam mewujudkan TNI AL yang modern, tangguh, dan siap menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Melalui Rakorpers 2026, TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus membangun tata kelola SDM yang adaptif dan responsif, sejalan dengan visi Indonesia maju dan berdaulat di bidang pertahanan laut.




