JAKARTA – Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Markas Kostrad yang beragama Islam memperingati Nuzulul Qur’an 1447 H/2026 M di Masjid Asy-Syuhada, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus meningkatkan kedekatan kepada Allah Subhanahu Wata‘ala bagi seluruh personel dan keluarga satuan Kostrad.
Kaskostrad Bacakan Amanat Pangkostrad
Dalam sambutannya, Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) Mayjen TNI Sachono membacakan amanat Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT.
Pangkostrad menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan sarana pembinaan mental bagi prajurit dan PNS Kostrad. Nuzulul Qur’an sendiri memperingati turunnya wahyu pertama Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pedoman hidup umat Islam.
Tema Peringatan Tahun Ini
Tema peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/2026 M adalah: “Ramadan Membentuk Mental Prajurit Yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid Untuk Indonesia Maju”.
Tema ini menekankan bahwa Ramadhan menjadi momen untuk membentuk karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan memiliki mental prima. Melalui puasa, prajurit dilatih untuk bersabar, mengendalikan diri, dan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan tugas.
Tausiyah: Al Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
Ustadz Tsabit Munafis menyampaikan tausiyah bahwa di bulan Ramadhan, Allah SWT menurunkan Al Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an menjadi petunjuk utama umat Islam, memuat tuntunan hidup dunia dan akhirat, serta nilai-nilai keimanan, syariah, akhlak, dan norma sosial.
Hikmah Peringatan Nuzulul Qur’an
Ustadz Tsabit mengajak seluruh peserta mengambil hikmah dari ibadah puasa dan peringatan Nuzulul Qur’an, yakni:
- Pemantapan disiplin pribadi
- Kemampuan mengendalikan diri
- Peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT
“Hikmah dari ibadah puasa dan Nuzulul Qur’an adalah pemantapan disiplin pribadi, kemampuan mengendalikan diri, serta peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.
Penutup
Menurut Penkostrad, peringatan ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana pembinaan mental dan karakter prajurit Kostrad, sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan militer.




