Makassar - Makassar – Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo, M.Sc., memimpin latihan menembak pistol bagi para perwira jajaran Divif 3 Kostrad di lapangan tembak Divif 3 Kostrad, Gowa, Makassar, Kamis (5/3/2026).
Latihan ini dirancang untuk mempertajam naluri tempur, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga kesiapsiagaan para perwira dalam mendukung tugas pokok satuan.
Menembak Pistol sebagai Keterampilan Dasar Prajurit
Dalam arahannya, Pangdivif 3 Kostrad menekankan bahwa kemampuan menembak bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan keterampilan dasar yang wajib diasah secara konsisten dan terukur.
“Sebagai prajurit Kostrad, kemampuan menembak bukan sekadar formalitas latihan, tetapi bagian dari identitas dan tanggung jawab profesional. Naluri tempur harus tetap hidup dan terpelihara dalam setiap kondisi,” ucap Mayjen Bagus Suryadi Tayo.
Latihan menembak ini melibatkan seluruh tahapan penting, mulai dari pemeriksaan senjata, teknik membidik, pengendalian napas, hingga evaluasi hasil tembakan, dengan tetap mengutamakan prosedur keamanan militer (safety).
Teladan Langsung dari Pimpinan
Kegiatan ini juga menjadi bentuk teladan langsung dari pimpinan bagi anggota. Dengan hadir di lapangan, Pangdivif 3 Kostrad menunjukkan bahwa pembinaan kemampuan dasar tempur merupakan prioritas utama dalam menjaga kesiapan operasional satuan.
Latihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan disiplin, fokus, dan mental tempur bagi seluruh perwira Divif 3 Kostrad.
Profesionalisme dan Kesiapsiagaan Satuan Ditingkatkan
Menurut Penkostrad, melalui latihan rutin dan terprogram, seluruh perwira diharapkan mampu menghadapi berbagai dinamika tugas serta mempertahankan standar profesionalisme tinggi.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Divif 3 Kostrad sebagai pasukan pemukul strategis TNI AD, yang selalu siap dan terlatih untuk mendukung setiap operasi dengan kemampuan terbaik.
Dengan pembinaan berkelanjutan, kemampuan menembak dan naluri tempur perwira di Divif 3 Kostrad tetap terjaga, menjadi salah satu fondasi kesiapsiagaan tempur yang handal.




