Papua - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama prajurit TNI dan masyarakat di Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari, Persit Kartika Chandra Kirana, serta masyarakat sekitar.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat dalam momentum ibadah yang menjadi salah satu hari besar umat Islam tersebut.
Iduladha Jadi Momentum Penguatan Nilai Kebangsaan
Peringatan Hari Raya Iduladha kali ini tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian sosial.
Nilai keikhlasan, pengorbanan, serta semangat persaudaraan menjadi pesan utama yang digaungkan dalam pelaksanaan Salat Iduladha di lingkungan Kodam XVIII/Kasuari.
Khatib Ajak Perkuat Solidaritas dan Toleransi
Dalam khutbahnya, K.H. Baharuddin Sabollah mengajak seluruh jamaah untuk meneladani makna Iduladha sebagai landasan memperkuat solidaritas dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Semangat Iduladha harus menjadi landasan untuk memperkuat solidaritas, toleransi, dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar K.H. Baharuddin Sabollah dalam khutbahnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, khususnya di Papua Barat.
Wujud Kedekatan TNI dengan Masyarakat
Menurut Kemhan, kegiatan Salat Iduladha bersama ini juga mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat sebagai bagian dari kekuatan kebangsaan.
Kehadiran Menteri Pertahanan bersama prajurit dan warga dinilai menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga persatuan, harmoni, dan ketahanan sosial di Papua Barat.
Momentum Iduladha diharapkan semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keutuhan bangsa.




