Mahasiswa Program Studi Teknik Industri ITB Nobel Indonesia Kunjungi Mayora Group

By Muhammad Anto - Wednesday, 28 January 2026
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia kunjungi Mayora Group.
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia kunjungi Mayora Group.

Makassar - Menutup Ujian Akhir Semester (UAS), Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia melakukan kunjungan di Mayora Group yang terletak di Jalan Malino, Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (27/1) sekira pukul 08.55 WITA.

Puluhan Mahasiswa yang berasal dari angkatan 2023 hingga 2025 itu didampingi langsung oleh Kaprodi Teknik Industri, Ir.anuar Kulsaputro, serta Wakil Dekan II Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Fakultas Teknologi Industri, Dr. Sri Prilmayanti.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut bahwa kunjungan kali ini merupakan kehormatan bagi pihaknya bisa melihat langsung praktek industri, khususnya dalam pengelolaan proses produksi, kualitas, dan manajemen operasional di lingkungan Mayora Group.

"Kunjungan industri ini kami pandang sebagai bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa Teknik Industri, agar mereka tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu melihat penerapannya secara nyata di dunia industri," ujarnya.

Olehnya, ia berharap dari sini Mahasiswa tak hanya melihat saja namun bisa menyerap nilai-nilai profesionalisme, kedisiplinan, dan budaya kerja unggul yang diterapkan di PT. Tirta Freshindo Jaya.

Di sisi lain, kunjungan ini dapat menjadi awal dari hubungan yang baik dan berkelanjutan antara dunia akademik dan dunia industri, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang Teknik Industri.

"Tujuan utama kami membawa mahasiswa dari tiga angkatan ini adalah untuk menjembatani teori dengan realita. Di kelas, mereka belajar tentang Supply Chain, Quality Control, hingga Sistem Manufaktur, namun melihat langsung implementasinya di perusahaan sekelas Mayora Group adalah pengalaman yang tak tergantikan," tukasnya.

Pasca kunjungan, Kaprodi Teknik Industri Nobel Indonesia menyerahkan plakat secara simbolis kepada Dian Purnamasari Guntur, selaku Product Development Quality Control PT. Tirta Fresindo Jaya, Mayora Group.

Sebelumnya, Dian Purnamasari Guntur, membuka wawasan Mahasiswa Teknik Industri Nobel Indonesia ihwal peran strategis QC dalam mencegah kerugian perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan konsumen.

Dalam pemaparannya, Dian menjelaskan bahwa pada masa awal berkembangnya industri, penyimpangan mutu produk baru diketahui setelah adanya pengembalian barang (retur) dari konsumen.

Kondisi tersebut terjadi karena belum adanya sistem pengaduan pelanggan seperti saat ini, di mana keluhan dapat disampaikan secara cepat melalui berbagai kanal komunikasi.

“Dulu, kualitas produk baru disadari bermasalah ketika konsumen mengembalikan barang. Itu jelas menimbulkan banyak kerugian,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, produk yang tidak memenuhi standar mutu dapat memicu kerugian biaya produksi, mulai dari bahan baku, gaji karyawan, hingga biaya operasional yang telah dikeluarkan.

Kerugian juga bertambah dengan adanya biaya pengembalian produk, termasuk transportasi penjemputan barang dari lokasi konsumen ke pabrik.

“Dalam industri besar, satu komplain saja bisa berujung pada penggantian satu kardus penuh produk. Bahkan perusahaan harus menjemput langsung produk bermasalah di daerah konsumen,” jelasnya. []

Berita Lainnya

    Loading...