Lansia di Gowa Diduga Hanyut saat Hendak ke Sawah

By Muhammad Anto - Saturday, 07 March 2026
Proses pencarian Lansia di Gowa, Jumat (6/3). (Foto: Tim SAR)
Proses pencarian Lansia di Gowa, Jumat (6/3). (Foto: Tim SAR)

Gowa - Seorang Lansia perempuan bernama Daeng Patiha (70) hilang, diduga terseret arus Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tim SAR Gabungan pun dikerahkan untuk melakukan pencarian pada Jumat (6/3. Dari informasih yang beredar, Lansia tersebut merupakan warga Dusun Lemoa, Kabupaten Gowa.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar dari Sekretaris Camat Bontolempangan, Al Ashar mengatakan, kejadian hilangnya Lansia tersebut bermula pada Selasa (4/3) sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu korban berangkat menuju sawahnya.

Namun hingga siang hari sekitar pukul 15.00 WITA, korban belum kembali ke rumah. Pihak keluarga kemudian menyusul ke lokasi sawah, namun korban tidak ditemukan.

"Saat dilakukan pencarian awal oleh warga, ditemukan barang milik korban di pinggir Sungai Bilareng,"ujar Al Ashar.

Pada saat kejadian kata dia, kondisi sungai sedang mengalami peningkatan debit air akibat hujan, sehingga korban diduga terseret arus sungai.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor sejauh sekitar 2,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi semula korban diduga terseret.

“Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian,"ujar Anwar, Jumat (6/3) petang.

Dia merinvi, SRU 1 melakukan penyelaman di beberapa titik sungai, SRU 2 menyisir tepi kiri dan kanan sungai dengan berjalan kaki.

"Sedangkan SRU 3 menelusuri sungai menggunakan perahu rafting, dan SRU 4 mengoperasikan drone untuk pemantauan udara,” beber Arif.

Dia menambahkan, upaya pencarian sempat terhenti dikarenakan kendala faktor cuaca yang sedikit menyulitkan tim SAR gabungan.

"Pencarian sempat di hentikan, karena faktor cuaca yaitu hujan yang cukup deras, sehingga tim penyelam tidak mendapatkan visibilitas yang cukup untuk mencari korban di bawah air," jelas Arif.

"Hingga petang korban belum ditemukan, sehingga pencarian akan dilanjutkan besok pagi dengan jangkauan area ditambah,"pungkasnya.

Sebagai informasih, operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, Koramil, Polsek Bongaya, SAR Unhas, SAR UNM serta masyarakat setempat. []