KRI Bima Suci Tiba, Belawan Jadi Pusat Diplomasi Maritim
Belawan — Kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, resmi bersandar di Belawan, Sumatera Utara, dalam rangka pelayaran muhibah Kartika Jala Krida (KJK) 2026.
Kedatangan kapal layar tiang tinggi ini menjadi simbol kuat peran Indonesia dalam diplomasi maritim sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarnegara.
Penyambutan Meriah Penuh Nuansa Budaya
KRI Bima Suci disambut langsung oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, bersama unsur Forkopimda dan masyarakat maritim.
Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan iringan kapal pendamping, partisipasi nelayan, tarian tradisional, hingga pengalungan Ulos khas Medan sebagai simbol kehormatan dan persahabatan.
Rangkaian Kegiatan Edukasi dan Diplomasi
Selama berada di Belawan pada 5–8 April 2026, berbagai kegiatan digelar sebagai bagian dari misi diplomasi dan pembinaan generasi maritim.
Kegiatan diawali dengan Welcome Ceremony di Dermaga 104, dilanjutkan dengan liberty time yang diisi kegiatan kebersamaan seperti nonton bersama.
Pada hari berikutnya, para taruna dan delegasi melaksanakan courtesy call kepada Dankodaeral I dan Gubernur Sumatera Utara guna memperkuat hubungan kelembagaan.
Open Ship hingga Edukasi Maritim untuk Pelajar
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah kegiatan Open Ship, di mana pelajar diberi kesempatan naik ke kapal untuk mengenal dunia kemaritiman secara langsung.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi di bidang kelautan.
Wali Kota Medan: Simbol Persahabatan Antarbangsa
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turut menyambut kedatangan KRI Bima Suci dalam rangka ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 yang mengusung tema “Sailing Together for Navy Brotherhood”.
Menurutnya, kehadiran kapal ini merupakan kehormatan besar sekaligus simbol diplomasi dan kerja sama internasional.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Medan. Kehadiran KRI Bima Suci menjadi simbol persahabatan dan kolaborasi antarnegara,” ujarnya.
Promosi Budaya dan Potensi Daerah
Dipilihnya Belawan sebagai lokasi sandar dinilai strategis karena merupakan jalur pelayaran internasional sekaligus pintu gerbang maritim wilayah barat Indonesia.
Momentum ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Medan untuk mempromosikan budaya, pariwisata, serta potensi UMKM kepada delegasi internasional.
Aksi Sosial dan Demonstrasi Profesionalisme TNI AL
Memasuki hari ketiga, kegiatan diisi dengan olahraga bersama di Mako Kodaeral I serta demonstrasi Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) yang menunjukkan kemampuan prajurit TNI AL.
Selain itu, aksi sosial juga digelar dengan membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat pesisir Belawan sebagai bentuk kepedulian.
Perkuat Diplomasi dan Cetak Generasi Maritim Unggul
Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya pelayaran muhibah sebagai sarana diplomasi pertahanan dan persahabatan global.
Melalui program ini, Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan internasional, tetapi juga mencetak generasi maritim unggul yang siap menghadapi tantangan dunia.




