‎Kodam IV/DiponegoroAdakan Sidang Jabatan Semester IV TA 2025

By Parlindungan - Friday, 24 October 2025
Brigjen TNI Bayu Tirtiyanto saat memimpin  Sidang Jabatan Pamen Semester IV Tahun Anggaran 2025 (foto; Pendam IV/Dip)
Brigjen TNI Bayu Tirtiyanto saat memimpin Sidang Jabatan Pamen Semester IV Tahun Anggaran 2025 (foto; Pendam IV/Dip)

Semarang, Kabarnas.id – ‎Brigjen TNI Bayu Tirtiyanto S.Sos., M.Si., M.M., selaku Ir­dam mewakili Pangdam IV/Diponegoro memimpin pelaksanaan Sidang Jabatan Perwira Menengah (Pamen) Semester IV Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Ruang Bina Yudha, Makodam, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari strategi internal Kodam IV/Diponegoro dalam penataan dan pemanfaatan optimal sumber daya manusia (SDM) agar struktur organisasi dapat mendukung kelancaran serta keberhasilan tugas pokok satuan. Penempatan jabatan yang tepat, penyegaran jabatan, hingga pemanfaatan karier bagi perwira diharapkan bisa memperkuat kapabilitas satuan saat menghadapi dinamika tugas ‎TNI.

Dalam arahannya, Irban Brigjen Bayu Tirtiyanto menekankan bahwa setiap prajurit memiliki kesempatan untuk berkembang.

“Setiap prajurit Pamen mempunyai peluang menjajaki posisi yang sesuai dengan kapabilitas, pengalaman dan dedikasi yang telah ditunjukkan,” ucapnya. 

Pernyataan ini menggambarkan komitmen Kodam IV/Diponegoro untuk mendorong karier profesional dengan tetap menjaga loyalitas, semangat pengabdian, dan tanggung-jawab terhadap negara.

Menurut Pendam IV / Diponegoro, sidang semacam ini merupakan salah satu instrumen pembinaan karier yang dilakukan secara berkala di lingkungan TNI AD guna mempertahankan dinamika organisasi, misalnya serah-terima jabatan, mutasi, dan kenaikan pangkat  sebagai bagian dari pemantapan struktur satuan. Contohnya, beberapa waktu sebelumnya juga dilaksanakan mutasi pejabat utama di Kodam IV/Diponegoro dalam rangka penyegaran organisasi untuk optimalisasi kinerja. 

Melalui sidang jabatan ini, Kodam IV/Diponegoro menegaskan bahwa pembinaan SDM tidak hanya soal pengangkatan posisi, melainkan lebih jauh soal kesesuaian tugas dan kompetensi. Dengan demikian, prajurit yang berpangku jabatan mampu memberikan kontribusi maksimal  baik dalam pelaksanaan tugas operasional maupun tugas pembinaan teritorial  sesuai dengan tuntutan tugas ke depan.