Kodam IV/Diponegoro Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026, Tegaskan Komitmen TNI Taat Hukum

By Parlindungan - Friday, 13 February 2026
Kodam IV/Diponegoro resmi menggelar Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026
Kodam IV/Diponegoro resmi menggelar Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026

SEMARANG — Kodam IV/Diponegoro resmi menggelar Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Jumat (13/2/2026).

Upacara tersebut dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, mewakili Pangdam IV/Diponegoro. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 di jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdam, ditegaskan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi bukan sekadar kegiatan penindakan hukum. Operasi ini merupakan upaya berkelanjutan dengan pendekatan edukatif, preventif, dan pembinaan disiplin guna mencegah serta menyelesaikan pelanggaran hukum di lingkungan TNI.

Mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju”, Panglima TNI menekankan pentingnya integritas prajurit dalam menjaga kehormatan diri, satuan, dan institusi TNI.

Berdasarkan evaluasi tahun 2025, terjadi penurunan angka pelanggaran pada pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil positif dari pembinaan disiplin yang konsisten.

Namun demikian, seluruh jajaran diingatkan agar tidak lengah. Pembinaan mental, disiplin, dan kepatuhan hukum harus terus diperkuat guna menjaga profesionalisme prajurit TNI di semua lini.

Menurut Pendam IV / Diponegoro, Panglima TNI juga memberikan penekanan khusus kepada prajurit Polisi Militer untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Tantangan ke depan, termasuk kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial, dinilai berpotensi mencoreng citra institusi jika tidak diantisipasi secara serius.

Modernisasi peralatan serta optimalisasi sistem teknologi informasi menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan perkara hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Melalui pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2026, Kodam IV/Diponegoro menegaskan komitmennya dalam membentuk prajurit TNI yang profesional, berintegritas, taat hukum, dan adaptif terhadap dinamika zaman.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, menjaga kedaulatan negara, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat.