Situbondo - Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar), Mayjen TNI (Mar) Suherlan melakukan peninjauan langsung Uji Fungsi Amunisi Kaliber 100 MM BMP-3F BTEI 1 Tahun Anggaran 2026 di daerah latihan Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai alutsista Korps Marinir seperti Ranpur BMP-3F, Tank PT-76M, dan BTR-50 PM sebagai bagian dari skenario pengujian kemampuan tempur di lapangan.
Uji fungsi tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan standar akurasi, keandalan, dan performa amunisi sebelum digunakan dalam operasi maupun latihan militer.
Pastikan Kesiapan Alutsista Korps Marinir
Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) Korps Marinir TNI Angkatan Laut agar selalu dalam kondisi optimal menghadapi berbagai penugasan.
Kas Kormar hadir didampingi sejumlah pejabat utama, di antaranya Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.
Para pejabat tersebut turut memantau langsung rangkaian pengujian dan kesiapan material tempur pendukung di lapangan.
Uji Tembak dari 1.000 hingga 4.000 Meter
Dalam pelaksanaannya, uji fungsi diawali dengan pengecekan kesiapan kru dan material tempur, kemudian dilanjutkan paparan teknis mekanisme pengujian amunisi.
Amunisi kaliber 100 MM BMP-3F tipe BTEI 1 diuji melalui penembakan pada jarak 1.000 hingga 4.000 meter, termasuk tahapan zeroing, uji fuze, serta safety distance.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh amunisi berfungsi dengan baik, tepat sasaran, dan meledak sesuai parameter teknis yang telah ditetapkan.
Kas Kormar Tekankan Pentingnya Kesiapan Tempur
Di sela kegiatan, Mayjen TNI (Mar) Suherlan menegaskan bahwa uji fungsi ini merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan tempur prajurit Korps Marinir.
“Kegiatan uji fungsi ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan tempur prajurit dan material Korps Marinir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengujian ini diharapkan dapat mendukung efektivitas operasional kendaraan tempur Korps Marinir dalam berbagai tugas ke depan.
Dorong Profesionalisme dan Kekuatan Pertahanan Laut
Menurut Dispen Kormar TNI AL, dengan hasil uji yang berjalan aman dan lancar, Korps Marinir TNI AL semakin memperkuat komitmennya dalam menjaga kesiapan alutsista modern.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus memperkuat pertahanan maritim Indonesia di masa mendatang.




