Malaka - Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur dari Yonarmed 12 Kostrad kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan.
Melalui Pos Ailala, personel berhasil mengamankan satu pucuk senjata api jenis Springfield laras panjang yang diserahkan secara sukarela oleh warga Desa Alas Utara, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (29/04/2026).
Proses Panjang, Bukan Sekadar Penyerahan
Penyerahan senjata oleh warga berinisial MG (60) tidak terjadi secara tiba-tiba. Keberhasilan ini merupakan hasil pendekatan humanis yang dilakukan personel Pos Ailala dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Kegiatan sosial seperti membantu pembangunan rumah, pelayanan kesehatan, hingga ikut serta dalam aktivitas panen cabai menjadi jembatan kedekatan antara TNI dan masyarakat.
“Dari hubungan yang terjalin inilah kami memperoleh informasi terkait keberadaan senjata peninggalan masa lalu yang masih disimpan warga,” ucap salah satu personel.
Kesadaran Warga Jadi Kunci Utama
Melalui komunikasi persuasif dan intensif, personel akhirnya mampu meyakinkan MG beserta keluarga untuk menyerahkan senjata tersebut secara sukarela.
Senjata api yang telah lama disimpan itu ditemukan dalam kondisi berkarat, namun secara fisik masih utuh. Setelah diserahkan, barang bukti langsung diamankan di Pos Ailala dan dilaporkan ke komando atas.
“Penyerahan ini murni atas kesadaran warga tanpa adanya paksaan,” jelas sumber di lapangan.
TNI Bangun Kepercayaan Lewat Kebersamaan
Komandan Pos Ailala, Serma Dwi Eko Wahyono, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti kuat efektivitas pendekatan kekeluargaan dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami tidak hanya hadir sebagai aparat keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Kepercayaan itu tumbuh melalui komunikasi dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan.
Sinergi untuk Perbatasan yang Aman
Menurut Penkostrad, keberhasilan ini semakin menegaskan pentingnya pendekatan non-represif dalam menjaga keamanan, khususnya di wilayah perbatasan negara.
Dengan mengedepankan komunikasi, kepedulian, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat, Satgas Pamtas terus membangun kepercayaan demi terciptanya stabilitas keamanan yang berkelanjutan.




