Tapanuli Tengah – Curah hujan tinggi yang terjadi pada sore hari, Rabu (11/2/2026), menyebabkan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengalami kerusakan sedang. Meski demikian, jembatan masih dapat digunakan sebagai jalur akses masyarakat.
Hujan deras mulai turun sekitar pukul 17.00 WIB, meningkatkan debit air sungai di hulu hingga meluap dan menimbulkan banjir. Selain itu, arus sungai membawa material kayu dari hulu yang menghantam badan jembatan.
Hujan berhenti sekitar pukul 20.00 WIB, sementara monitoring kondisi jembatan dilakukan keesokan paginya, Kamis (12/2/2025) pukul 07.25 WIB. Hasil pengecekan menunjukkan jembatan tetap bisa dilalui, meski terdapat beberapa kerusakan.
“Kerusakan yang ditemukan meliputi satu sisi kabel seling bagian bawah yang lepas dari pembautan rel, serta besi selendang pagar yang patah dan bengkok. Sementara papan lantai, bronjong, dan angkur masih utuh,” ungkap sumber Pendam I/Bukit Barisan.
Monitoring dilakukan oleh Babinsa Koramil 04/Pinang Sori dan Koramil 03/Pandan untuk memastikan situasi di lokasi aman dan terkendali. Pada pukul 08.00 WIB, kegiatan pemantauan selesai dan debit air sungai telah surut.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menyampaikan, “Kami terus berkoordinasi dengan satuan di lapangan untuk memantau kondisi jembatan dan menyiapkan langkah penanganan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas dan selalu mengutamakan faktor keselamatan.”
Menurut Pendam I/BB, pemantauan berkelanjutan ini diharapkan dapat memastikan jembatan tetap aman digunakan hingga perbaikan dilakukan.




