Tim Dukkes Kodam I/BB Siaga Terus, Layani Korban Banjir Bandang di Mandailing Natal dan Tapanuli

By Parlindungan - Friday, 28 November 2025
Personel TimDukkes dari Kodam I/BB memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampakbanjir dan tanah longsor
Personel TimDukkes dari Kodam I/BB memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampakbanjir dan tanah longsor

Tapanuli Selatan, Kabarnas — Personel Tim Dukungan Kesehatan (Dukkes) dari Kodam I/Bukit Barisan terus memberikan pelayanan kesehatan dan mendukung upaya penanganan bencana banjir bandang di daerah terdampak seperti Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Pada Jumat (28/11/2025), tim tetap bersiaga baik di posko evakuasi maupun lokasi terpencil.

Di Posko Koramil 11/Pintu Padang Batang Angkola, Mandailing Natal tim gabungan kerahkan personel untuk melakukan pembersihan serta normalisasi area terdampak. Sementara itu, Dukkes juga menyediakan layanan medis bagi warga yang mengungsi di lokasi tersebut.

Di wilayah Tapanuli Selatan, tepatnya di Posko Koramil 03/Sipirok, Kampung Marsada pagi ini digelar apel gabungan yang dipimpin Kompol Sarijo (Wadanyon Brimob), bersama unsur Muspida daerah. Setelah apel, Tim Dukkes kembali menyiagakan diri untuk membantu masyarakat terdampak.

Untuk kawasan Batang Toru, di Posko PTPN Batang Toru, tim masih menunggu instruksi lanjut. Sementara itu, Dansatgas bersama perwakilan Dukkes termasuk Kapt Ckm Tendra, Mayor Ckm dr. Arie Nasir, dan Lettu Ckm dr. Syafiq — tengah melakukan peninjauan medan menuju lokasi terdampak untuk menentukan langkah selanjutnya.

Mengutip Pendam I/BB, Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.Han mengatakan Tim Dukkes Kodam I/BB siap memberikan respons cepat kepada warga terdampak. 

“Kami memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di seluruh posko dan terus mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Tapsel dan Tapteng,” ujarnya tegas.

Penanganan cepat dan kehadiran medis di lokasi pengungsian menjadi kunci utama dalam upaya meringankan beban warga terdampak, sambil menunggu proses normalisasi wilayah berjalan.