Banjarnegara, Kabarnas.id - Upaya pencarian korban tanah longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum,Kabupaten Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah terus berlanjut memasuki hari ke-6, Jumat (21/11/2025). Prajurit Kodam IV/Diponegoro bersama ratusan personel Tim SAR gabungan tetap berjibaku di lapangan, menyisir dua sektor utama yang diyakini sebagai titik dengan potensi korban tertimbun terbanyak.
Dengan kondisi medan yang licin, terjal, dan rawan pergeseran tanah, para personel bekerja tanpa mengenal lelah. Operasi dilakukan melalui penyisiran manual, penggunaan anjing pelacak, serta dukungan penuh terhadap pengoperasian 18 unit alat berat yang dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses. Hingga hari keenam ini, 10 korban meninggal dunia telah ditemukan, termasuk dua bagian tubuh (body part). Sementara itu, 18 korban lainnya masih dalam pencarian intensif.
Tantangan terbesar hadir dari cuaca yang berubah-ubah. Pada pagi hari, operasi sempat dihentikan sementara akibat mendung pekat dan gerimis yang meningkatkan risiko longsor susulan. Setelah situasi dianggap aman, prajurit Kodam IV/Diponegoro dan seluruh unsur SAR kembali melanjutkan proses pencarian dengan kewaspadaan maksimum. Fokus pencarian dipusatkan pada sektor A dan sektor C, yang berdasarkan analisis lokasi serta keterangan warga memiliki kemungkinan tertimbunnya korban lebih banyak.
Sehari sebelumnya, tim menemukan tujuh korban meninggal dunia, di mana empat korban belum teridentifikasi. Dua jenazah telah dimakamkan usai pemulasaran awal, sementara dua lainnya tengah dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polri. Proses ini dilakukan secara teliti dan hati-hati agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga.
Di tengah medan berat, ketebalan material longsor, dan ancaman cuaca yang setiap saat berubah, prajurit Kodam IV/Diponegoro tetap menunjukkan dedikasi tinggi. Beberapa momen dramatis terlihat ketika personel menggali menggunakan alat manual, membuka jalur bagi alat berat, dan mengevakuasi korban dengan penuh ketelitian demi menghindari risiko tambahan.
Mengutip Pendam IV/ Diponegoro, dengan semangat pantang menyerah dan komitmen kemanusiaan, seluruh personel gabungan menegaskan akan terus melakukan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.




