Gaspol Modernisasi Pertanian! Wakil Bupati Taput Dorong Juma AI dan Bawang Putih Nasional di Kementan

By Parlindungan - Wednesday, 22 April 2026
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni P. Lumbantoruan, lakukan pertemuan strategis dengan Kementerian Pertanian RI untuk percepat digitalisasi pertanian melalui Juma AI
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni P. Lumbantoruan, lakukan pertemuan strategis dengan Kementerian Pertanian RI untuk percepat digitalisasi pertanian melalui Juma AI

Jakarta - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tancap gas mempercepat transformasi sektor pertanian. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (22/04/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong modernisasi pertanian berbasis teknologi.

“Kunjungan ini merupakan langkah nyata untuk mempercepat transformasi pertanian yang lebih adaptif dan berbasis data,” ujar perwakilan dalam pertemuan tersebut.

Juma AI, Senjata Baru Digitalisasi Pertanian

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah penguatan digitalisasi melalui platform Juma AI. Sistem ini dirancang sebagai basis data pertanian real-time yang mampu mendukung pengambilan kebijakan secara akurat.

“Juma AI diharapkan menjadi tulang punggung dalam pelaporan, monitoring, hingga evaluasi program pertanian di lapangan,” disampaikan dalam forum tersebut.

Dengan digitalisasi ini, pemerintah daerah optimistis pengelolaan sektor pertanian akan semakin efektif dan tepat sasaran.

Bawang Putih Jadi Komoditas Andalan

Selain digitalisasi, pengembangan bawang putih juga menjadi agenda strategis. Kabupaten Tapanuli Utara didorong untuk memperkuat kontribusinya dalam mendukung komoditas nasional tersebut.

“Perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas petani menjadi fokus utama dalam pengembangan bawang putih,” ucap salah satu peserta rapat.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing petani sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Kolaborasi Lintas Wilayah dan Instansi

Pertemuan strategis ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari BPPSDMP Kementan RI, Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Manajer Food Estate Sumatera Utara, serta Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan.

Kolaborasi lintas wilayah ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pertanian di kawasan dataran tinggi Sumatera Utara.

“Sinergi ini menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” tegas dalam pertemuan tersebut.

Komitmen Tingkatkan Peran Penyuluh

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran penyuluh pertanian yang terintegrasi dengan teknologi digital.

“Penyuluh pertanian harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar petani semakin berdaya dan kompetitif,” menjadi salah satu penegasan dalam agenda tersebut.

Dengan langkah strategis ini, Tapanuli Utara menegaskan posisinya sebagai daerah yang siap memimpin transformasi pertanian modern di Sumatera Utara.