Forkopimda Karo Siagakan Alat Berat Antisipasi Longsor dan Pohon Tumbang Saat Mudik

By Parlindungan - Tuesday, 17 March 2026
Forkopimda Kabupaten Karo meninjau kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan arus mudik dan wisata selama Idul Fitri 1447 H.
Forkopimda Kabupaten Karo meninjau kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan arus mudik dan wisata selama Idul Fitri 1447 H.

Tanah Karo – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan arus mudik dan wisata selama Idul Fitri 1447 H. Salah satunya dengan menyiagakan alat berat untuk antisipasi bencana alam seperti tanah longsor maupun pohon tumbang.

Bupati dan Kapolres Tinjau Alat Berat

Kesiapan tersebut terlihat saat Bupati Karo, Dr. Antonius Ginting, bersama Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, meninjau satu unit alat berat jenis beko yang disiagakan di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Toba 2026, Simpang Doulu, Berastagi, Senin (17/3/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pengecekan Forkopimda ke sejumlah pos Operasi Ketupat Toba untuk memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung pengamanan Lebaran di Kabupaten Karo.

Siapkan Alat Berat untuk Antisipasi Gangguan Lalu Lintas

Kapolres Karo menjelaskan, alat berat disiagakan untuk menangani kemungkinan pohon tumbang atau tanah longsor yang dapat menghambat arus kendaraan, khususnya di jalur wisata Berastagi yang ramai dilalui masyarakat.

“Alat berat ini disiapkan agar arus lalu lintas tetap lancar jika terjadi pohon tumbang atau longsor di jalur ramai. Semoga hanya standby saja dan tidak terjadi bencana,” ujarnya.

Wilayah Dataran Tinggi Rentan Bencana

Menurut Kapolres, wilayah Kabupaten Karo yang berada di dataran tinggi memiliki potensi bencana alam, terutama saat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kesiapan sarana pendukung seperti alat berat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Toba 2026.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Bupati Karo menegaskan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan selama periode mudik Lebaran.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus mudik di wilayah Kabupaten Karo, sekaligus meminimalkan risiko akibat bencana alam.