TAPANULI UTARA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Menuju Cokelat Tapanuli Utara Maju”, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ida Bagus Namarupa (GUSDE), Director PT Bali Cokelat (Jungle Gold Bali Chocolate), yang dikenal sebagai salah satu produsen cokelat berkualitas di Indonesia.
FGD dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui platform Zoom Meeting serta secara langsung di Kantor Dekranasda Tapanuli Utara, Tarutung.
Tindak Lanjut Kunjungan Dekranasda ke Industri Cokelat Bali
Kegiatan diskusi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat ke Jungle Gold Chocolate Bali.
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengelolaan industri cokelat yang telah berkembang pesat dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Melalui FGD ini, Dekranasda berupaya menggali pengalaman dan strategi dari pelaku industri cokelat nasional agar dapat diterapkan dalam pengembangan kakao di Tapanuli Utara.
Libatkan Petani Kakao hingga Instansi Pemerintah
Forum diskusi ini turut menghadirkan berbagai pihak yang menjadi bagian penting dalam ekosistem kakao di Tapanuli Utara.
Di antaranya adalah para petani kakao dari empat kecamatan, yaitu:
1.Kecamatan Purbatua
2.Kecamatan Pahae Jae
3.Kecamatan Pahae Julu
4.Kecamatan Simangumban
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah instansi terkait seperti:
1.Dinas Pertanian
2.Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Perindagkop)
3.Dinas Ketahanan Pangan
4.Dinas Perizinan Kabupaten Tapanuli Utara
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan industri kakao di daerah.
Bangun Kolaborasi dari Hulu hingga Hilir
Dekranasda Tapanuli Utara menilai forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan petani, pelaku usaha, dan pemerintah dalam merumuskan langkah konkret pengembangan industri cokelat daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri kakao yang kuat, mulai dari produksi biji kakao, pengolahan, hingga pemasaran produk cokelat.
Dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, potensi kakao Tapanuli Utara diyakini dapat berkembang lebih maksimal.
Dorong Hilirisasi Kakao Tapanuli Utara
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dekranasda berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan Ida Bagus Namarupa dalam pengembangan hilirisasi kakao dan industri cokelat lokal.
Langkah tersebut dinilai penting agar hasil kakao dari Tapanuli Utara tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk cokelat bernilai tambah tinggi.
Dengan pengolahan yang tepat, cokelat produksi Tapanuli Utara diharapkan mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kakao di daerah tersebut. (Loksa Situmeang)




