TARUTUNG – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. menyerahkan secara simbolis bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Jumat (6/3/2026). Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Ketua TP PKK Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat.
Bantuan diberikan kepada 434 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.
Dukungan Pemerintah Sejak Masa Tanggap Darurat
Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa pemerintah telah hadir bersama masyarakat sejak awal terjadinya bencana hingga masa pemulihan saat ini.
Menurutnya, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat bergerak bersama untuk mempercepat proses penanganan serta pemulihan pascabencana.
“Pemerintah hadir di tengah masyarakat sejak terjadi bencana pada November lalu. Semua elemen bergerak bersama untuk percepatan penanganan hingga masa pemulihan pascabencana,” ujar Bupati.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kebutuhan hidup keluarga terdampak.
Bupati Ingatkan Bantuan Digunakan Secara Bijak
Bupati juga mengingatkan para penerima bantuan agar menggunakan dana yang diberikan secara bijak dan tepat sasaran.
Ia menyarankan agar bantuan tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan keluarga, bahkan jika memungkinkan sebagian dapat ditabung demi keberlanjutan ekonomi keluarga.
“Bantuan ini harus dipergunakan dengan baik untuk menunjang kelangsungan hidup keluarga, bahkan bila memungkinkan bisa ditabung. Yang terpenting, bantuan ini tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” ucapnya.
Data Penerima Dipastikan Telah Diverifikasi
Bupati juga memastikan bahwa data penerima bantuan telah melalui proses verifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun demikian, pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan apabila masih terdapat warga yang layak menerima bantuan namun belum terdata.
“Kami yakin data ini telah diverifikasi dengan baik tanpa keberpihakan. Namun jika masih ada masyarakat yang seharusnya menerima, akan kita verifikasi kembali. Pemerintah terbuka untuk menerima masukan demi kebaikan masyarakat,” katanya menambahi.
Total Bantuan Rp2,16 Miliar untuk 434 KK
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Tapanuli Utara Bontor Hutasoit dalam laporannya menjelaskan bahwa total bantuan jaminan hidup dari Kementerian Sosial mencapai Rp.2.160.000.000.
Bantuan tersebut diberikan kepada 434 kepala keluarga atau sekitar 1.600 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Setiap individu menerima bantuan sebesar Rp1.350.000, yang merupakan akumulasi bantuan Rp15.000 per hari selama 90 hari.
“Pada kesempatan ini, sebanyak 58 kepala keluarga hadir langsung menerima bantuan. Bagi penerima yang belum hadir dapat mengambil bantuan melalui kantor pos di masing-masing kecamatan,” tutur Bontor.
Warga Apresiasi Kepedulian Pemerintah
Salah satu penerima bantuan, Ranto Lumbantobing, warga Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat hingga daerah atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
Ranto yang merupakan ayah dari empat anak itu mengaku merasakan langsung kehadiran pemerintah sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan saat ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh pihak yang telah membantu kami. Kami merasakan langsung perhatian pemerintah sejak bencana terjadi hingga sekarang,” ucap warga terdampak.
Melalui bantuan tersebut, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.(Loksa Situmeang)




