Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi S., M.M., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Pemenuhan Personel TNI AU di Ruang Rapat Wakasau, Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dalam arahannya, Wakasau menegaskan bahwa pemenuhan personel TNI Angkatan Udara harus didasarkan pada perencanaan kebutuhan organisasi (manpower planning) yang akurat dan terukur. Perencanaan tersebut, menurutnya, harus selaras dengan arah pembangunan dan penguatan postur TNI AU agar mampu menjawab tantangan tugas ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip merit system dalam setiap tahapan seleksi, penempatan, hingga pembinaan karier prajurit. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin objektivitas, transparansi, serta profesionalisme dalam manajemen sumber daya manusia TNI AU.
Selain itu, Wakasau menggarisbawahi perlunya penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan operasional di lapangan. Sistem pembinaan karier, lanjutnya, harus dikelola secara terstruktur, berjenjang, dan berbasis kompetensi dengan menerapkan prinsip right man on the right place.
Menurutnya, penguatan sinergi antarbidang juga menjadi faktor penting agar kebijakan pemenuhan dan pembinaan personel dapat berjalan terpadu serta berorientasi pada kesiapan operasional satuan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakasau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sejumlah proses seleksi yang dinilai berjalan tertib, aman, dan akuntabel. Di antaranya seleksi penerimaan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Khusus Dokter Spesialis, Sekolah Penerbang PSDP, serta seleksi siswa-siswi KKRI. Seluruh tahapan tersebut dinilai mampu menjaring calon prajurit yang berkualitas, kompeten, dan sesuai kebutuhan organisasi TNI AU.
Rakor turut diisi paparan dari Waaspers Kasau yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pemenuhan Personel TNI AU, Indan Gilang Buldansyah, mengenai perkembangan pemenuhan personel serta langkah-langkah strategis yang perlu disiapkan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sistem pembinaan karier.
Menurut Dispen AU, kegiatan ini dihadiri Dankodiklatau, Wairjenau, para Asisten Kasau, serta sejumlah pejabat jajaran TNI AU lainnya. Melalui rakor tersebut, diharapkan lahir langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat manajemen sumber daya manusia TNI AU secara efektif, adaptif, dan berkelanjutan guna mendukung kesiapan operasional matra udara.




