Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, memimpin prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah almarhum Juwono Sudarsono di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu 29 Maret 2026.
Jenazah disemayamkan di Ruang Hening Kemhan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang almarhum dalam pembangunan pertahanan nasional. Diketahui, Juwono Sudarsono wafat pada 28 Maret 2026 di Jakarta dalam usia 84 tahun.
Upacara Khidmat dengan Penghormatan Militer
Prosesi berlangsung penuh khidmat, dimulai dengan penghormatan kepada jenazah, dilanjutkan penyerahan dari keluarga kepada pemerintah.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penghormatan militer sebagai simbol penghargaan negara atas jasa dan pengabdian almarhum.
Tokoh Nasional yang Hadir
Sejumlah tokoh nasional hadir memberikan penghormatan terakhir. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, tampak hadir dan mengenang almarhum sebagai sosok pemikir strategis di bidang pertahanan dan hubungan internasional.
Selain itu, prosesi juga dihadiri oleh:
1.Pejabat tinggi Kementerian Pertahanan
2.Pimpinan dan perwira TNI
3.Tokoh sipil dan akademisi
4.Para mantan pejabat negara serta kolega almarhum di bidang diplomasi dan pertahanan
Kehadiran lintas kalangan ini menunjukkan besarnya pengaruh dan penghormatan terhadap sosok Juwono Sudarsono di tingkat nasional.
Pelopor Menteri Pertahanan dari Kalangan Sipil
Juwono Sudarsono dikenal sebagai Menteri Pertahanan pertama dari kalangan sipil setelah puluhan tahun jabatan tersebut dipegang militer.
Ia berperan penting dalam:
1.Mendorong profesionalisme TNI
2.Memperkuat supremasi sipil
3.Mengembangkan kebijakan pertahanan modern
Kariernya mencerminkan kontribusi besar dalam reformasi sektor pertahanan Indonesia.
Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata
Sebagai bentuk penghormatan negara, almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Prosesi pemakaman menjadi penutup rangkaian penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa.
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan warisan pemikiran strategis yang akan terus menjadi pijakan penting dalam pembangunan pertahanan Indonesia yang profesional dan demokratis.




