Jakarta - Perkembangan teknologi militer berbasis digital, penggunaan drone, hingga perang informasi kini menjadi tantangan baru dalam sistem pertahanan modern dunia.
Menghadapi dinamika tersebut, TNI Angkatan Udara terus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berpikir strategis, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan global.
Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat memberikan pembekalan kepada 111 Pasis Sekkau A-118 dan Penyetaraan A-1 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Bekali Perwira dengan Kemampuan Strategis dan Adaptif
Dalam arahannya, Kasau menekankan pentingnya kemampuan membaca perubahan lingkungan strategis serta memahami perkembangan pola perang modern yang terus berubah seiring kemajuan teknologi.
Menurutnya, perwira TNI AU dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi cepat dan tepat dalam setiap penugasan.
Selain itu, profesionalisme dan mental juang juga menjadi faktor utama yang harus dimiliki setiap personel dalam menghadapi tantangan pertahanan masa depan.
TNI AU Dorong Inovasi dan Profesionalisme Prajurit
Kasau menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci penting dalam menjaga kesiapan dan kemajuan TNI Angkatan Udara di tengah perubahan global yang semakin cepat.
“Jadilah perwira yang mampu membaca perubahan, mampu memberikan solusi, dan terus berinovasi demi kemajuan Angkatan Udara,” ucap Kasau.
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para peserta didik Sekkau agar terus meningkatkan kualitas diri dan kemampuan kepemimpinan dalam mendukung tugas pertahanan negara.
Siapkan SDM Unggul Hadapi Ancaman Masa Depan
Menurut Dispen AU, pembekalan kepada Pasis Sekkau A-118 dan Penyetaraan A-1 ini merupakan bagian dari komitmen TNI AU dalam membentuk perwira yang unggul dan siap menghadapi ancaman modern.
Dengan penguatan wawasan strategis dan pemahaman teknologi pertahanan terkini, para perwira diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi TNI AU yang profesional, modern, dan adaptif.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional di era peperangan berbasis teknologi digital dan informasi.




