HUMBANG HASUNDUTAN – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait pengecekan indikator pemulihan pemerintahan dan kemasyarakatan pascabencana di wilayah Sumatera. Rakor tersebut dilaksanakan secara virtual melalui video conference, Jumat (9/1/2026).
Rakor berlangsung dari Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Humbang Hasundutan Chiristison R. Marbun, para asisten, kepala OPD teknis, serta unsur terkait lainnya, termasuk BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kominfo.
Kegiatan ini diikuti oleh Gubernur Aceh, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, serta para bupati dan wali kota dari daerah yang terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatera. Mendagri Tito Karnavian secara langsung berdialog dengan para kepala daerah guna memastikan proses pemulihan berjalan sesuai indikator yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Dari Provinsi Aceh, rakor diikuti pemerintah provinsi bersama 18 kabupaten/kota terdampak bencana. Sementara dari Provinsi Sumatera Utara diikuti 19 kabupaten/kota, dan dari Provinsi Sumatera Barat sebanyak 16 kabupaten/kota.
Dalam rakor tersebut, Mendagri mengecek sejumlah aspek pemulihan, mulai dari pelayanan pemerintahan, layanan publik seperti fasilitas kesehatan (RSUD, rumah sakit swasta, puskesmas, dan klinik), sarana dan prasarana pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK, akses transportasi darat, kondisi perekonomian daerah, hingga aktivitas sosial masyarakat termasuk rumah ibadah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Humbang Hasundutan menyampaikan bahwa roda pemerintahan di Kabupaten Humbang Hasundutan tetap berjalan dengan baik. Untuk sektor pelayanan kesehatan, terdapat lima unit poskesdes yang mengalami kerusakan, sehingga sementara waktu pelayanan kesehatan dialihkan ke rumah warga.
“Untuk rumah sakit, puskesmas, dan klinik secara umum masih dapat beroperasi dengan baik,” ujar Bupati.
Di sektor pendidikan, tercatat 11 unit sekolah mengalami kerusakan, terdiri dari dua PAUD, tujuh SD, dan dua SMP. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang guru sebagai ruang kelas sementara.
Sementara untuk infrastruktur jalan, secara umum masih dapat dilalui. Namun terdapat satu ruas jalan kabupaten yang amblas sepanjang kurang lebih tiga kilometer akibat banjir dan longsor. Pemerintah daerah telah membuka jalur alternatif baru sepanjang sekitar empat kilometer dengan progres pengerjaan mencapai 60 persen. Jalur tersebut saat ini sudah dapat dilalui pejalan kaki dan berdampak pada sekitar 800 jiwa.
Menurut Diskominfo Humbahas, menutup rakor, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan agar terus memberi perhatian khusus pada ketersediaan logistik, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara optimal.




