Satgas MTF Konga XXVIII-P/UNIFIL Resmi Ditutup, Dunia Akui Peran TNI dalam Perdamaian Maritim

By Parlindungan - Thursday, 05 February 2026
Upacara Penutupan Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII‑P/UNIFIL
Upacara Penutupan Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII‑P/UNIFIL

Jakarta – Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII‑P/UNIFIL secara resmi ditutup melalui upacara khidmat yang diselenggarakan di Lapangan TNI Prima Mabes TNI, Kamis (5/1/2026). 

Penutupan menandai selesainya seluruh rangkaian tugas Satgas dalam misi perdamaian internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB).

Menurut Dispen AL, upacara dipimpin Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Dalam amanat yang dibacakan, Panglima TNI menyampaikan penghargaan tinggi atas dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme seluruh prajurit Satgas MTF selama menjalankan tugas di Lebanon.

“Para prajurit Satgas MTF telah berhasil mengemban tugas negara dan memperkuat kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia melalui kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan maritim,” ujar Letjen Bobby Rinal Makmun saat membacakan amanat Panglima TNI.

Selain itu, penghargaan dari negara lain turut menguatkan prestasi Satgas MTF. Pemerintah Lebanon, melalui Angkatan Laut Lebanon (LAF Navy), memberikan LAF Medal kepada unsur KRI Sultan Iskandar Muda‑367 sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi prajurit TNI dalam mendukung stabilitas keamanan di perairan Lebanon selama misi berlangsung. 

Upacara penutupan berlangsung tertib dan penuh kebanggaan, menjadi simbol keberhasilan prajurit TNI mengemban amanah negara di kancah internasional. Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari arahan dan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sebagai pucuk pimpinan TNI AL.

Satgas MTF Konga XXVIII‑P/UNIFIL merupakan salah satu elemen dalam misi PBB di Lebanon, yang bertugas menjaga keamanan laut, memantau aktivitas maritim, serta bekerja sama dengan angkatan laut setempat untuk mencegah ilegalitas dan menjaga perdamaian. Penutupan resmi ini sekaligus menandai kembalinya prajurit ke tanah air setelah menunaikan mandat internasional dengan profesional.