KRI Bima Suci Tinggalkan Singapura, Lanjutkan Misi Diplomasi Maritim ke Vietnam

By Parlindungan - Sunday, 03 May 2026
KRI Bima Suci
KRI Bima Suci

Singapura - KRI Bima Suci Bertolak dari Changi, Awali Etape ke Vietnam 

Kapal layar latih tiang tinggi milik TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, resmi meninggalkan Changi Naval Base, Singapura, Minggu (03/05/2026). Kapal yang membawa Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Korps Pelaut Angkatan ke-73 itu melanjutkan pelayaran muhibah dalam rangka Satuan Latihan Kartika Jala Krida (KJK) 2026 menuju Vietnam sebagai etape kelima.

Pelepasan berlangsung khidmat di dermaga, disaksikan oleh Deputy Chief of Mission KBRI Singapura Thomas Ardian Siregar, Atase Pertahanan RI Kolonel Pnb Hendra Supriyadi, serta sejumlah pejabat lainnya yang memberikan penghormatan saat kapal bertolak.

Laporan Kesiapan dan Pelepasan Penuh Khidmat

Sebelum keberangkatan, Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menyampaikan laporan kesiapan pelayaran kepada perwakilan KBRI Singapura. Seluruh rangkaian kegiatan selama persinggahan dinyatakan berjalan aman dan lancar.

Suasana pelepasan semakin semarak saat kapal perlahan meninggalkan dermaga, diiringi alunan musik dari Genderang Suling (GS) Jala Gita Taruna yang tampil dari atas geladak utama.

Singapura Jadi Etape Penting Diplomasi Taruna AAL

Selama berada di Singapura, para taruna melaksanakan berbagai agenda diplomasi dan edukasi, mulai dari Courtesy Call, Open Ship Visit, hingga parade GS Jala Gita Taruna yang mendapat sambutan hangat dari keluarga besar KBRI.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam membangun hubungan internasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di kancah global.

Rute Panjang KJK 2026: 12 Etape, 4 Negara Disinggahi

Pelayaran KJK 2026 dirancang melalui 12 etape. Sebelum tiba di Singapura, KRI Bima Suci telah lebih dulu singgah di Jakarta, Belawan, dan Colombo, Sri Lanka.

Vietnam menjadi destinasi berikutnya dalam rangkaian pelayaran muhibah tersebut.

Kasal: Diplomasi Maritim Perkuat Persahabatan Antarbangsa

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan pentingnya pelayaran muhibah sebagai bagian dari diplomasi maritim Indonesia.

“Partisipasi TNI AL dalam pelayaran muhibah ini merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia untuk membangun persahabatan antarnegara sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional,” ujarnya.

Komitmen TNI AL Promosikan Budaya dan Persahabatan Global

Pelayaran KRI Bima Suci tidak hanya menjadi ajang latihan bagi taruna AAL, tetapi juga simbol komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan internasional melalui jalur maritim.

Dengan misi budaya dan diplomasi yang diusung, kehadiran kapal ini di berbagai negara diharapkan mampu mempererat persahabatan serta meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia.