Warga Perbatasan Serahkan Senjata Api ke TNI, Bukti Kepercayaan dan Kesadaran Hukum Meningkat

By Parlindungan - Thursday, 09 April 2026
Personel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad dari Pos Maubusa menerima satu pucuk senjata api jenis Springfield dari warga
Personel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad dari Pos Maubusa menerima satu pucuk senjata api jenis Springfield dari warga

Belu - Personel Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad dari Pos Maubusa menerima penyerahan satu pucuk senjata api jenis Springfield dari warga Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Kamis (9/4/2026).

Senjata tersebut diserahkan secara sukarela oleh warga berinisial Y sebagai bentuk kesadaran hukum sekaligus kepercayaan terhadap aparat TNI yang bertugas di wilayah perbatasan.

Pendekatan Humanis Jadi Kunci Keberhasilan

Penyerahan senjata ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari pendekatan humanis yang dilakukan personel Pos Maubusa melalui komunikasi sosial dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Metode persuasif, komunikatif, serta pendekatan kekeluargaan dinilai efektif membangun rasa aman dan kepercayaan, sehingga warga dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata yang dimiliki.

Bukti Nyata Pembinaan Teritorial TNI

Keberhasilan ini menjadi indikator kuat efektivitas pembinaan teritorial yang dijalankan oleh Satgas di wilayah perbatasan.

Kehadiran prajurit tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Apresiasi dari Danpos Maubusa

Komandan Pos Maubusa, Serka Marsel Efendi, menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil warga tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kesadaran dan kepercayaan masyarakat. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan dan diharapkan menjadi contoh bagi warga lainnya," ujarnya.

Perkuat Keamanan dan Sinergi di Perbatasan

Menurut Penkostrad, penyerahan senjata api ini diharapkan semakin memperkuat stabilitas keamanan di kawasan perbatasan RI–Timor Leste.

Selain itu, momen ini juga menjadi simbol meningkatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketertiban serta menciptakan suasana damai di wilayah perbatasan.