Asahan— Polisi akhirnya menangkap Doli Jaharudin (42), pria yang melakukan penganiayaan terhadap satu keluarga di Jalan Rivai, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Aksi brutal pelaku menggunakan gagang cangkul sebelumnya sempat viral di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora, mengatakan pelaku yang merupakan tetangga korban telah diamankan dan resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan.
“Pelaku langsung kita amankan setelah mendapat laporan dari korban melalui call center 110. Kami melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku dengan bukti rekaman video dari korban,” ujar Immanuel kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Polisi saat ini masih mendalami motif penganiayaan tersebut. Namun dugaan sementara, tindakan pelaku dipicu persoalan pribadi dan rasa tersinggung terhadap korban.
Petugas juga telah mengamankan barang bukti berupa gagang cangkul yang digunakan pelaku untuk melakukan penganiayaan terhadap tetangganya.
“Barang bukti sudah diamankan. Motif masih didalami, sementara ada dugaan selisih paham dan ketersinggungan,” katanya.
Baca Juga: Ngamuk Karena Salah Paham, Pria di Asahan Hantam Satu Keluarga Pakai Gagang Cangkul
Akibat perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 6 bulan penjara.
Sebelumnya, aksi pelaku menggegerkan warga setelah menyerang satu keluarga menggunakan benda tumpul. Korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan pelaku.
Penyerangan bahkan terjadi dua kali. Saat korban bersama orang tuanya hendak melapor ke polisi, pelaku kembali menghadang dan melakukan kekerasan.
Ibu korban turut menjadi korban setelah dipukul menggunakan gagang cangkul hingga mengalami retak tulang pada bagian tangan.
Salah satu korban, Annisa Adriani, mengaku tidak mengetahui alasan pelaku melakukan penganiayaan. Ia menegaskan keluarganya tidak pernah membicarakan pelaku seperti yang dituduhkan.
“Dia bilang kami menceritakan dia. Katanya ibunya menelepon dan bilang kami cerita tentang dia waktu dia di Malaysia. Padahal kami tidak merasa pernah membicarakan itu,” ujarnya.[]




