Ngamuk Karena Salah Paham, Pria di Asahan Hantam Satu Keluarga Pakai Gagang Cangkul

By Sehat Siahaan - Tuesday, 24 February 2026
Seorang pria berbaju merah diduga menyerang satu keluarga menggunakan gagang cangkul di Jalan Rivai, Kisaran, Kabupaten Asahan. Aksi tersebut terekam video dan viral di media sosial.(Foto:Tangkapan Layar/Kabarnas.id)
Seorang pria berbaju merah diduga menyerang satu keluarga menggunakan gagang cangkul di Jalan Rivai, Kisaran, Kabupaten Asahan. Aksi tersebut terekam video dan viral di media sosial.(Foto:Tangkapan Layar/Kabarnas.id)

Asahan – Aksi brutal seorang pria di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menggegerkan warga setelah nekat menyerang satu keluarga menggunakan benda tumpul berupa gagang cangkul. Peristiwa yang terjadi di Jalan Rivai, Kisaran, itu terekam video dan viral di media sosial.

Pelaku diketahui bernama Doli Jaharudin, yang merupakan tetangga korban. Ia diduga tersulut emosi karena merasa dirinya menjadi bahan pembicaraan keluarga tersebut. Tanpa klarifikasi, pelaku mendatangi rumah korban dan mencoba memaksa masuk.

Dalam rekaman video yang beredar dan dilihat Mistar, Selasa (24/2/2026), pelaku yang mengenakan baju merah tampak mendatangi rumah korban dengan emosi tinggi sambil membawa gagang cangkul. 

Situasi memanas saat korban yang mendapat kabar dari adiknya langsung pulang ke rumah dan justru menjadi sasaran amukan pelaku.

Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala karena dipukul menggunakan benda tumpul. Aksi kekerasan itu tidak berhenti sekali, pelaku kembali melakukan penyerangan saat korban bersama orang tuanya hendak melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.

Ibu korban juga menjadi sasaran kekerasan setelah dipukul menggunakan gagang cangkul hingga mengalami retak tulang pada bagian tangan.

Salah satu korban, Annisa Adriani, mengaku tidak mengetahui alasan pelaku melakukan penganiayaan terhadap keluarganya. Ia menegaskan bahwa pihak keluarganya tidak pernah membicarakan pelaku seperti yang dituduhkan.

“Dia bilang kami menceritakan dia. Katanya ibunya menelepon dan bilang kami cerita tentang dia waktu dia di Malaysia. Padahal kami tidak merasa pernah membicarakan itu,” ujar Annisa saat dikonfirmasi wartawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/2/2026). Berdasarkan keterangan keluarga, konflik dipicu kesalahpahaman yang tidak pernah dikonfirmasi secara langsung oleh pelaku. Pelaku disebut datang dengan tuduhan sepihak dan langsung melakukan tindakan kekerasan.

Insiden ini menimbulkan trauma mendalam bagi keluarga korban. Saat ini korban telah membuat laporan ke Polres Asahan dengan nomor laporan STTLP/B/172/II/2026/SPKT/POLRES ASAHAN/POLDA SUMATERA UTARA. []