Wabup Taput Turun Langsung Pantau Pencarian Warga Hanyut di Sungai Batang Toru

By Parlindungan - Monday, 25 May 2026
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni P. Lumbantoruan saat menyapa keluarga korban hanyut hilang setelah terseret arus Sungai Batang Toru
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni P. Lumbantoruan saat menyapa keluarga korban hanyut hilang setelah terseret arus Sungai Batang Toru

Taput - Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni P. Lumbantoruan, M.Eng., turun langsung memantau proses pencarian seorang warga Desa Hutapea Banuarea yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Batang Toru, Senin (25/05/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kapolsek Sipoholon dan Koordinator Pos SAR Danau Toba Tarutung, Erikson, sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa warga.

Korban Dilaporkan Hanyut Saat Memancing

Korban diketahui berinisial A.B Sihombing (53), warga Desa Hutapea Banuarea, yang dinyatakan hilang setelah terseret arus Sungai Batang Toru pada Minggu (24/05/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya korban bersama rekannya, Luhut Pasaribu, berangkat memancing ikan sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Batu Hoda yang dikenal memiliki arus cukup deras.

Namun nahas, saat sedang berada di lokasi tersebut, korban diduga tergelincir dan jatuh ke sungai.

Derasnya arus air membuat korban langsung hanyut dan tidak sempat diselamatkan.

Pemkab Taput Libatkan Tim Gabungan SAR

Menindaklanjuti kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bergerak cepat dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, serta berbagai pihak terkait untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Tim gabungan kemudian menyusun strategi pencarian dengan menyisir titik lokasi korban jatuh hingga aliran sungai di bagian hilir.

Pencarian dilakukan secara intensif guna mempercepat proses penemuan korban.

Tim Sisir Sungai dan Medan Terjal

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyisir sepanjang bantaran sungai hingga menjangkau medan berbatu dan curam.

Selain aparat pemerintah dan petugas SAR, proses pencarian juga mendapat dukungan dari komunitas pecinta alam setempat.

Para relawan turut membantu melakukan penyisiran darat serta pemantauan udara menggunakan drone untuk memperluas area pencarian.

Kondisi medan yang berat dengan arus deras dan bebatuan besar disebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Wabup Beri Dukungan Moril kepada Keluarga Korban

Di sela peninjauan, Wakil Bupati Dr. Deni P. Lumbantoruan juga menyempatkan diri menemui keluarga korban untuk memberikan dukungan moril.

Ia menyampaikan harapan agar korban segera ditemukan melalui kerja sama seluruh tim yang terlibat.

“Kami tadi bertemu dan melihat langsung kondisi keluarga korban. Mereka juga sangat berharap anggota keluarganya bisa segera kita temukan,” ujar Deni P. Lumbantoruan.

Menurutnya, sinergi Forkopimca, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan mampu membuahkan hasil maksimal dalam proses pencarian.

Tim Diminta Tetap Maksimal Meski Medan Sulit

Wakil Bupati juga meminta seluruh tim tetap semangat dan tidak menyerah meskipun menghadapi medan pencarian yang cukup berisiko.

Ia mengakui kondisi sungai yang dipenuhi bebatuan besar dan arus deras menjadi kendala utama dalam operasi SAR tersebut.

“Kita juga harus sabar dan berdoa agar tidak menunggu waktu yang lama lagi korban dapat ditemukan. Walau ini merupakan medan yang susah, banyak batu-batu dan arus yang besar, tapi kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin,” katanya.

Pemkab Imbau Warga Waspada di Area Sungai

Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Warga juga diminta menghindari kawasan sungai yang memiliki bebatuan licin dan arus deras demi mengurangi risiko kecelakaan serupa di kemudian hari.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya saat beraktivitas di wilayah perairan alami yang memiliki potensi bahaya tinggi.