Viral Dana Desa Dipakai Aspal Jalan di Luar Wilayah, Pemkab Dairi Turun Tangan Klarifikasi

By Parlindungan - Thursday, 21 May 2026
Kepala Dinas PMD Simon Tony Malau saat turun ke lokasi guna memastikan informasi yang berkembang di masyarakat.
Kepala Dinas PMD Simon Tony Malau saat turun ke lokasi guna memastikan informasi yang berkembang di masyarakat.

Dairi - Beredarnya video di media sosial terkait dugaan penggunaan Dana Desa Juma Teguh Tahun Anggaran 2025 untuk pengaspalan jalan di luar wilayah desa mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Dairi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Dairi Vickner Sinaga langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Simon Tony Malau turun ke lokasi guna memastikan informasi yang berkembang di masyarakat.

Peninjauan dilakukan pada Kamis (21/05/2026) untuk memperoleh data dan fakta yang akurat terkait proyek pengaspalan jalan tersebut.

Kepala Desa Tegaskan Jalan Masih di Wilayah Juma Teguh

Saat ditemui langsung di lokasi, Kepala Desa Juma Teguh Dame Nababan membantah tudingan yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan bahwa proyek pengaspalan jalan menggunakan Dana Desa 2025 berada di wilayah Desa Juma Teguh, tepatnya di Dusun I.

“Terkait dengan pemberitaan yang ada di media sosial, kami tegaskan bahwa pernyataan itu tidak benar. Jalan ini masih berada di Desa Juma Teguh tepatnya di Dusun I,” ujar Dame Nababan.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes).

Jalan Dibangun untuk Akses Pertanian dan Pemakaman

Kepala Desa menjelaskan bahwa pengaspalan jalan dilakukan demi mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya akses menuju lahan pertanian dan tempat pemakaman umum.

Sebelum jalan diperbaiki, warga kesulitan melintasi jalur tersebut, terutama saat membawa jenazah menuju lokasi pemakaman.

“Dulu masyarakat pernah menggunakan tandu saat ada warga yang akan dimakamkan menuju pemakaman. Namun sekarang tidak lagi, akses jalan ini untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Keberadaan jalan tersebut dinilai sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, termasuk mempermudah mobilitas hasil pertanian.

Desa Tetangga Sebut Informasi di Media Sosial Hoaks

Pernyataan serupa juga disampaikan Kepala Desa Kabanjulu, Sarman Matanari. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Desa Juma Teguh, ia memastikan proyek pengaspalan tersebut tidak masuk ke wilayah Desa Kabanjulu.

“Tidak benar pengaspalan yang dilakukan sampai ke Desa Kabanjulu seperti pemberitaan yang disampaikan di media. Itu hoaks,” ucap tegas Sarman Matanari.

Penegasan itu sekaligus membantah informasi yang beredar luas di media sosial terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa.

Tokoh Adat dan Warga Ikut Beri Penjelasan

Pemangku hak ulayat Desa Juma Teguh, Rohit Padang, yang turut hadir di lokasi peninjauan juga memastikan jalan yang diaspal masih berada di wilayah Dusun I Desa Juma Teguh.

Ia menegaskan bahwa akses jalan tersebut memang digunakan masyarakat menuju area pertanian.

“Saya selaku pemangku hak ulayat membenarkan bahwa jalan ini masih berada di Desa Juma Teguh,” ujar Rohit Padang.

Keterangan serupa juga disampaikan sejumlah warga setempat, termasuk Delson Siburian dan Marga Sinaga yang tinggal di sekitar lokasi jalan tersebut.

Pemkab Dairi Pastikan Informasi Sesuai Fakta

Menurut diskominfo Dairi, turut hadir dalam peninjauan tersebut Camat Sempat Nempu Rusmei Simbolon, jajaran Dinas PMD Kabupaten Dairi, serta aparat Desa Juma Teguh.

Pemerintah Kabupaten Dairi berharap masyarakat lebih bijak menyikapi informasi di media sosial dan mengedepankan klarifikasi berdasarkan fakta di lapangan.