Pandan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Politeknik Statistika STIS Jakarta yang akan melakukan pendataan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di wilayah Tapteng. Kegiatan penyambutan sekaligus pelepasan mahasiswa ke lokasi pendataan berlangsung di Lapangan Sepak Bola GOR Pandan, Kamis (15/1/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapteng, Drs. Binsar Tua Hamonangan Sitanggang, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas keterlibatan mahasiswa STIS yang berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mendukung penyusunan R3P pascabencana.
Ia menjelaskan bahwa dokumen R3P saat ini sedang dalam tahap penyelesaian dan telah memiliki batas waktu penyampaian kepada Gubernur Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa STIS dinilai sangat membantu, khususnya dalam kegiatan pendataan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tukka, Badiri, dan Pandan.
Sekdakab Tapteng juga mengakui bahwa data R3P yang ada saat ini masih membutuhkan penyempurnaan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah belum terhubungnya sejumlah data By Name By Address (BNBA) dengan database Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ia berharap, selama proses pendataan, mahasiswa dapat berkolaborasi secara intensif dengan para camat agar data yang dihimpun benar-benar akurat dan lengkap.
“Kondisi Tapanuli Tengah saat ini memerlukan berbagai langkah pemulihan. Pendataan menjadi salah satu tahap penting, karena data yang valid akan menghasilkan perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Direktur Politeknik Statistika STIS, Wahyudin, S.Si., MAP, MPP, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata BPS dan STIS dalam mempercepat penyediaan data pascabencana. Data tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa STIS tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis pendataan, tetapi juga sebagai representasi insan statistik negara yang menjunjung profesionalisme dan integritas. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pemulihan daerah dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kepala BPS Sumatera Utara, Staf Ahli Bupati Tapteng, para Asisten Sekretariat Daerah, Kepala BPS Tapteng, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat, lurah, dan kepala desa di wilayah lokasi pendataan.


