Toba - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberi apresiasi kepada Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang berhasil mendatangkan investor Nimo Land Grup ke Kaldera Toba.
Hal ini disampaikan Widiyanti saat mengunjungi Nimo Kaldera Resort, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2026).
Dengan kehadiran Nimo Kaldera, wahana wisata dan permainan yang atraktif semakin bertambah di Kaldera Toba yang menjadi Otoritas BPODT.
Diharapkan juga pengunjung ke Kaldera Toba dan Danau Toba semakin meningkat.
"Lokasi dapat menjadi kunjungan yang asyik bagi family (keluarga) dan komunitas," tutur Widiyanti Putri Wardhana.
CEO Nimo Land Group, Ilham Sunaryanto mengatakan, tahun 2026 ini, Nimo Kaldera akan berinvestasi di kawasan Danau Toba lainnya, dengan membangun resort. Investasi itu diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi lokal.
Baca Juga: Menteri Pariwisata akan Kunjungi Nimo Kaldera, Magnet Wisata Baru Andalan BPODT
Pada resort baru yang akan dibangun tahun ini, ditegaskan Ilham Sunaryanto, bahwa pihaknya akan memberdayakan masyarakat lokal.
"Sudah menjadi kebijakan kami, bahwa perekrutan (tenaga kerja) berasal dari masyarakat lokal seperti yang kami lakukan pada pengelolaan Nimo Kaldera," tutur Ilham.
Sebagaimana diketahui, Nimo Kaldera Toba merupakan salah satu keberhasilan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) di bawah kepemimpinan Jimmy Panjaitan dalam menarik investor ke Toba Kaldera Resort.
Selama empat tahun terakhir, pihaknya aktif mendorong investasi berkualitas masuk ke kawasan Danau Toba melalui pendekatan optimalisasi aset dan pengembangan properti wisata.
Proses investasi Nimoland sendiri dimulai sejak forum International Tourism Investment Forum 2023 di Bali, saat Nimoland menyerahkan Letter of Intent (LoI) di hadapan Sandiaga Uno yang kala itu menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Konsep Wisata Modern Berbasis Alam
Nimo Kaldera akan mengusung konsep modern natural tourism, yang menggabungkan wisata keluarga dan petualangan berbasis alam.
Beberapa wahana unggulan yang akan dibangun antara lain:
-Color Splash Slide
- Rainbow Slide
- ATV Adventure
- Sky Bike
- Playground keluarga
- Keranjang Sultan
- Wisata berkuda
- Nimo Zoo
- Area kafe dan kuliner
Seluruh pengembangan dirancang dengan memanfaatkan lanskap alami kaldera serta mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Dinamika Investasi dan Harapan Masyarakat
Jimmy mengakui, pengembangan kawasan Toba Caldera Resort masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk aspirasi masyarakat terkait dampak ekonomi yang belum merata.
Meski demikian, kata Jimmy, sejumlah investor lain seperti Labersa Group, Agung Concern Group, dan Nimo Group disebut telah menunjukkan komitmen, meski sebagian masih dalam tahap perencanaan.
BPODT juga tengah mendorong revisi regulasi kerja sama investasi agar lebih menarik bagi investor, termasuk usulan perpanjangan masa kerja sama dari 30 tahun menjadi hingga 80 tahun.
Dorong Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Kehadiran Nimo Adventure Kaldera diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, berbagai event internasional seperti Trail of the Kings by UTMB dan F1 Powerboat Lake Toba turut membantu meningkatkan eksposur global kawasan Danau Toba.
BPODT juga terus memperkuat aksesibilitas melalui pengembangan rute penerbangan ke Bandara Sisingamangaraja XII-Silangit, serta digitalisasi transportasi penyeberangan. []




