Belajar dari Bali, Wabup Samosir Ariston Sidauruk Gaspol Siapkan Danau Toba Menuju KEK Pariwisata Dunia

By Parlindungan - Thursday, 14 May 2026
Wakil Bupati Samosir bersama rombongan saat melakukan  kunjungan studi ke Bali
Wakil Bupati Samosir bersama rombongan saat melakukan kunjungan studi ke Bali

Bali - Pemerintah Kabupaten Samosir terus mematangkan langkah dalam penyusunan kajian peluang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan Danau Toba. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kunjungan studi ke Bali yang diikuti Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, pada 11-13 Mei 2026.

Kegiatan site visit tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Samosir untuk mempelajari strategi pengembangan kawasan wisata dan ekonomi berbasis potensi lokal yang telah sukses diterapkan di Pulau Dewata.

Serap Praktik Terbaik Pengembangan Wisata

Kunjungan ini dipelopori Bank Indonesia Perwakilan Sibolga dan melibatkan sejumlah pemerintah daerah di kawasan Danau Toba.

Dua daerah yang menjadi fokus kunjungan yakni Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli, Bali. Di kedua wilayah tersebut, rombongan mempelajari langsung konsep pengembangan destinasi wisata, penguatan ekonomi masyarakat, hingga tata kelola kawasan berbasis budaya dan lingkungan.

Dalam Forum Group Discussion bersama Wakil Bupati Gianyar, para peserta mendapat pemaparan mengenai keberhasilan Bali membangun sektor pariwisata yang terintegrasi.

Mulai dari penguatan destinasi wisata, promosi berkelanjutan, penataan kawasan budaya, hingga kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi poin penting yang dibahas dalam forum tersebut.

Bali dinilai mampu menghadirkan daya tarik wisata berbasis budaya, alam, desa adat, serta desa wisata agro yang dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, dukungan konektivitas penerbangan internasional turut menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali.

Danau Toba Harus Punya Identitas Kuat

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menilai banyak hal dari Bali yang dapat diadaptasi untuk pengembangan kawasan Danau Toba.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam karena setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi berbeda.

“Pengembangan kawasan Danau Toba harus berbasis potensi masing-masing daerah. Tidak bisa seragam. Setiap kabupaten punya keunggulan sendiri yang perlu dipetakan dan diperkuat,” ujar Ariston.

Ariston menegaskan kawasan Danau Toba membutuhkan zonasi pengembangan yang jelas agar setiap daerah memiliki fokus unggulan masing-masing.

Mulai dari wisata budaya, agrowisata, wisata alam, hingga hiburan berbasis kearifan lokal dinilai perlu diperkuat secara terintegrasi.

Tak hanya itu, promosi rutin dan penguatan branding kawasan juga dianggap menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing Danau Toba di tingkat global.

“Kita ingin Danau Toba tumbuh sebagai destinasi kelas dunia, tetapi tetap menjaga budaya Batak, kelestarian lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Belajar Ekonomi Kawasan dari Bangli

Selain Gianyar, rombongan juga melakukan kunjungan ke Kabupaten Bangli untuk mempelajari pengembangan ekonomi berbasis sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan kawasan sekitar Danau Batur.

Pemerintah Bangli dinilai berhasil membangun sistem pendampingan usaha melalui penguatan perizinan serta peningkatan kesadaran pajak masyarakat.

Menariknya, pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan di Bangli juga melibatkan hukum adat sebagai bagian dari penguatan sosial masyarakat.

Ariston menilai pendekatan tersebut relevan diterapkan di kawasan Danau Toba karena pembangunan ekonomi tidak harus bertumpu sepenuhnya pada sektor pariwisata.

“Ada daerah yang kuat di pertanian, perikanan, UMKM, maupun peternakan. Jika saling terhubung, maka ekosistem ekonomi kawasan Danau Toba akan lebih kokoh,” ujarnya.

Dorong Danau Toba Jadi Destinasi Berkelanjutan

Hasil kunjungan tersebut diharapkan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan strategis pengembangan kawasan Danau Toba ke depan.

Pemkab Samosir menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Menurut Diskominfo Samosir, dengan penguatan identitas kawasan, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah, Danau Toba diharapkan mampu tumbuh sebagai destinasi unggulan berkelas dunia.