Pematangsiantar - Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, memfasilitasi pertemuan bersama para pimpinan gereja di rumah dinasnya di Jalan MH Sitorus, Jumat (27/03/2026). Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) I Sumatera Utara-Aceh, Dr Rustam Effendy (RE) Nainggolan.
RE Nainggolan menyebut langkah tersebut sebagai inisiatif luar biasa dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan pemimpin keagamaan.
Awal Rencana dari Pertemuan di Medan
RE Nainggolan menjelaskan, rencana kunjungan ke Pematangsiantar telah disampaikan sebelumnya saat bertemu Wesly Silalahi di Pondok Pesantren Al Kautsar, Medan.
Dalam pertemuan itu, ia mengungkapkan agenda persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Majelis Pendidikan Kristen Indonesia yang akan digelar di Tarutung pada 15–17 Oktober 2026. Ia juga menyampaikan niat singgah di Pematangsiantar untuk bertemu para pimpinan gereja, yang kemudian disambut positif oleh Wali Kota.
Transformasi Pendidikan Kristen Jadi Fokus Utama
Menurut RE Nainggolan, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia yang telah berdiri hampir 76 tahun kini tengah berbenah melalui misi transformasi pendidikan.
Transformasi tersebut bertujuan meningkatkan daya saing sekolah Kristen, mendorong kreativitas, serta mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.
Ia juga menekankan peran guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi pembimbing rohani bagi peserta didik, dengan memberikan pelayanan spiritual singkat setiap hari.
Harapan Dukungan untuk Rakernas di Tarutung
Dalam kesempatan tersebut, RE Nainggolan berharap Wali Kota Pematangsiantar dapat hadir dalam pembukaan Rakernas MPK Indonesia di Tarutung sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan Kristen di Indonesia.
Akademisi Soroti Disparitas Pendidikan Kristen
Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Dr Mukhtar Panjaitan, turut memberikan pandangan. Ia menilai masih adanya kesenjangan dalam kualitas pendidikan Kristen di Sumatera Utara.
Menurutnya, pendidikan berbasis keagamaan harus menjadi pilar penting dalam pembangunan karakter bangsa, sekaligus membuka akses bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Gereja Dorong Evaluasi dan Dukungan Kepemimpinan
Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Pdt Dr Humala Lumbantobing, menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap lembaga pendidikan Kristen, terutama dalam menghadapi tantangan seperti penurunan jumlah peserta didik.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Wesly Silalahi serta kesiapan gereja untuk mendukung pelaksanaan Rakernas MPK Indonesia.
Pematangsiantar, Kota Toleran yang Terus Berbenah
Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly Silalahi menyebut Pematangsiantar sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, bahkan menempati peringkat kelima secara nasional.
Ia menegaskan pentingnya forum seperti ini sebagai ruang mempererat persaudaraan, membangun sinergi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan institusi keagamaan.
Pendidikan Berbasis Nilai Jadi Kunci Kemajuan
Wesly menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki kontribusi besar dalam melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki nilai spiritual dan etika yang kuat.
Dukungan untuk Rakernas MPK Indonesia
Pemerintah Kota Pematangsiantar, lanjut Wesly, menyambut baik rencana pelaksanaan Rakernas MPK Indonesia di Tarutung.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan gagasan konstruktif dan langkah konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pendidikan Kristen di Indonesia.
Penutup dan Penyerahan Cenderamata
Menurut Diskominfo Pematangsiantar, rangkaian acara tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata dari RE Nainggolan kepada Wali Kota Wesly Silalahi, serta kepada para pimpinan gereja dan institusi pendidikan yang hadir.
Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Pematangsiantar, menandai komitmen bersama dalam memajukan pendidikan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.




