Wali Kota Medan: Pesparawi Jadi Media Pembangunan Ruang Keagamaan dan Talenta Muda

By Parlindungan - Wednesday, 14 January 2026
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audensi Pesparawi Kota Medan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audensi Pesparawi Kota Medan

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak akan lengkap tanpa pembangunan ruang keagamaan. Pernyataan ini disampaikan saat menerima audiensi dari Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Daerah Kota Medan (LPPD) di Balai Kota Medan, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Ruang Keagamaan Pilar Penting Pembangunan

Rico Waas menekankan bahwa ruang keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan manusia. Menurutnya, seni suara melalui Pesparawi bukan sekadar kompetisi, tetapi media untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Pembangunan manusia tidak lengkap tanpa pembangunan ruang keagamaan. Melalui kompetisi Pesparawi, masyarakat dapat menumbuhkan kecintaan pada agama dan Tuhan. Saat kita dekat dengan Tuhan, kita akan merasakan kedamaian,” ujar Rico Waas.

Dukungan untuk Kontingen Kota Medan

Menurut Diskominfo Medan, Wali Kota juga menyatakan dukungannya kepada kontingen Kota Medan yang akan berlaga di Pesparawi Nasional ke-XIV Tahun 2026, yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada tanggal 18-28 Juni 2026.

“Semoga kontingen kita meraih kemenangan dan membawa nama harum Kota Medan,” ucapnya penuh harap.

Ia menambahkan, ajang ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta yang menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Setiap kemenangan harus menciptakan efek domino, artinya bisa menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi masyarakat,” katanya.

Audiensi LPPD Kota Medan

Sebelumnya, Ketua Umum LPPD Kota Medan, Anton Panggabean, menjelaskan bahwa audiensi bertujuan menyampaikan informasi terkait partisipasi kontingen Medan di Pesparawi Nasional.

“Kontingen berangkat dengan optimisme tinggi karena tahun sebelumnya berhasil menjadi juara umum. Kami sangat mengharapkan dukungan dan bimbingan dari Bapak Wali Kota Medan,” ujar Anton.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kontingen Kota Medan diharapkan berprestasi dan mengharumkan nama kota, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan melalui seni paduan suara.